LombokPost-Erling Haaland dikenal luas sebagai salah satu mesin gol paling menakutkan dan produktif di panggung sepak bola dunia saat ini. Kendati demikian, ketika Manchester City membutuhkan sentuhan emasnya di laga puncak, statistik sang striker justru melahirkan anomali yang mengejutkan.
Dalam 11 pertandingan final yang dilakoni bersama Manchester City di berbagai kompetisi, Haaland tercatat belum pernah sekalipun membobol gawang lawan. Penyerang berpaspor Norwegia tersebut seolah kehilangan tajinya ketika melangkah ke partai paling krusial.
Rangkaian rekor 'majal' Haaland di laga final dimulai saat Manchester City bersua Liverpool pada ajang Community Shield 2022. Sejak laga tersebut, narasi mengenai kegagalannya mencetak gol di partai puncak terus membayangi perjalanan kariernya bersama The Citizens.
Baca Juga: Barcelona Siapkan €100 Juta Usai Sepakat Secara Personal Dengan Lautaro Martinez
Catatan tersebut berlanjut pada deretan final bergengsi lainnya, termasuk saat Manchester City menumbangkan Inter Milan di final UEFA Champions League 2023 serta saat menghadapi Manchester United di panggung FA Cup 2023 dan 2024.
Tidak berhenti di situ, statistik tanpa gol ini juga mencakup laga UEFA Super Cup 2023 melawan Sevilla, dua edisi Community Shield menghadapi Arsenal (2023 dan 2026), hingga Community Shield 2024 saat bentrok dengan rival sekota Manchester United.
Bahkan pada kompetisi domestik teranyar, Haaland masih belum mampu memecahkan telur golnya di partai puncak. Ia kembali gagal mencatatkan nama di papan skor saat menghadapi Crystal Palace di final FA Cup 2025, Arsenal di Carabao Cup 2026, serta Chelsea di final FA Cup 2026.
Baca Juga: Mourinho Blak-blakan Mengaku Dikhianati Iker Casillas di Real Madrid
Anomali ini menjadi sorotan hangat para pengamat sepak bola mengingat rasio gol Haaland yang amat luar biasa di babak reguler maupun fase gugur awal. Ketajaman luar biasanya sepanjang musim seolah berbanding terbalik ketika trofi juara dipertaruhkan dalam satu laga.
Meski Manchester City berhasil mengamankan sederet trofi prestisius dalam periode tersebut, catatan 11 final tanpa gol ini tetap menjadi catatan tersendiri bagi sang bomber untuk dibuktikan pada partai puncak berikutnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : OptaAnalyst