LombokPost - AC Milan menampilkan dia sisi berbeda bergantung gelandang yang dimainkan.
Jika diperhatikan dengan saksama, AC Milan dengan Ardon Jashari dan dengan Luka Modric tak tampak sama.
Terlihat perbedaan dalam hal intensitas pressing dan keberhasilan pressing juga visi AC Milan
Baca Juga: Saga Transfer Rafael Leao Usai, sang Pemain Pilih Galatasaray, AC Milan Cuan Besar
Dengan Ardon Jashari yang dalam masa prime, intensitas dan keberhasilan pressing tinggi tim lebih tinggi.
Saat Ardon Jashari dimainkan, lawan tampak tidak nyaman dengan bola, sehingga ancaman terhadap lini pertahanan AC Milan lebih berkurang.
Sedangkan dengan Luka Modric, aliran bola AC Milan tampak lebih lancar, kreativitas tinggi.
Baca Juga: 1 dari 4 Kwartet Tak Terpakai AC Milan Sudah Out, Tersisa 3 Nama Lagi yang Ingin Dibuang
Ini memang kelebihan Luka Modric, dia tampak seperti Andrea Pirlo dalam dimensi yang tentu tak sama.
Tapi intensitas dan keberhasilan pressing AC Milan menurun, sehingga lawan lebih mudah mengalirkan bola.
Perbedaan ini tak perlu dipaksakan menjadi sama, hal tersebut malah bisa menjadi sisi yang positif bagi AC Milan.
Baca Juga: Soal Striker AC Milan, Francesco Camarda Adalah Wakil Utama Goncalo Ramos
Semua tergantung situasi di pertandingan dan gaya bermain lawan yang dihadapi AC Milan.
Gaya Luka Modric tampak sangat berguna saat AC Milan dalam kondisi dominan di lini tengah, saat lawan memang tak bisa menguasai laga.
Sehingga AC Milan bisa fokus pada upaya terus mengalirkan bola ke lini depan.
Baca Juga: Drama Rafael Leao Belum Usai, AC Milan Sudah Oke, Pemain Belum Pilih Galatasaray atau Aston Villa
Sementara gaya Ardon Jashari tampak cocok saat AC Milan menghadapi tim yang terus menyerang, dan harus dimatikan aliran bolanya.
Kini Luka Modric dan Ardon Jashari tampaknya cocok dimainkan bergantian, tapi bukan tak mungkin pada waktunya nanti AC Milan malah memainkan keduanya bersamaan.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post Online