LombokPost - Keputusan gelandang tim nasional Belanda, Tijjani Reijnders, untuk melanjutkan kariernya di Liga Pro Arab Saudi bersama Al-Qadsiah akhirnya terkuak secara gamblang. Ayah sekaligus agen sang pemain, Martin Reijnders, memberikan penjelasan terbuka mengenai faktor utama yang melandasi kepindahan putranya dari Manchester City.
Martin Reijnders tidak memungkiri bahwa tawaran finansial yang disodorkan oleh manajemen Al-Qadsiah memang sangat bernilai fantastis. Ia secara jujur menyebut bahwa uang merupakan salah satu aspek penentu, namun hal tersebut baru menjadi pertimbangan akhir setelah berbagai opsi di kompetisi Eropa menemui jalan buntu.
Pada awalnya, Tijjani Reijnders sama sekali tidak memiliki prioritas untuk melanjutkan kariernya di kawasan Timur Tengah. Pihak keluarga bahkan tercatat sempat melayangkan penolakan sebanyak dua kali atas penawaran resmi yang dilayangkan oleh klub kaya raya Arab Saudi tersebut.
Baca Juga: Amankan Dana Pensiun, Tijjani Reijnders Resmi Pindah ke Al Qadsiah
Fokus utama sang pemain sebelumnya adalah bertahan di Eropa, dengan Atletico Madrid sebagai destinasi impian. Namun, raksasa Spanyol tersebut gagal merealisasikan transfer secara finansial karena tidak sanggup memenuhi tuntutan biaya transfer tinggi yang dipatok oleh jajaran direksi Manchester City.
Situasi serupa juga dialami oleh deretan klub peminat lainnya dari Liga Inggris dan benua Eropa. Nottingham Forest serta Newcastle United tidak mampu mencapai kesepakatan harga, sementara Juventus dan Galatasaray hanya mengajukan proposal pinjaman yang langsung ditolak mentah-mentah oleh manajemen The Citizens.
Manajemen Manchester City sejak awal telah menegaskan bahwa mereka hanya bersedia melepas pemain tengah berusia 28 tahun itu melalui skema penjualan permanen dengan harga penuh. Ketegangan negosiasi ini membuat Al-Qadsiah kembali masuk memanfaatkan situasi lewat penawaran ketiga yang disertai presentasi visi proyek jangka panjang klub.
Baca Juga: Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Dilaporkan Masuk Radar PSG, Siap Melangkah ke Elite Eropa
Pilihan sulit akhirnya harus diambil ketika bursa transfer mendekati akhir. Tijjani Reijnders dihadapkan pada dua opsi realistis, yakni bertahan di Manchester City namun terancam menghabiskan lebih banyak waktu di bangku cadangan, atau hengkang menuju Al-Qadsiah untuk mendapat jaminan posisi utama.
Keputusan akhirnya jatuh pada klub Arab Saudi demi mengamankan menit bermain reguler serta peran kunci di atas lapangan. Martin Reijnders menegaskan bahwa setiap penikmat sepak bola bebas memberikan opini, namun kebahagiaan serta kepastian karier sang putra di lapangan hijau menjadi prioritas paling utama.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : De Telegraaf