Julián Álvarez Frustasi, Tak Lagi Nikmati Sepak Bola

Ivan.Mardiansyah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:10 WIB
Bukan sekadar kalah, perselisihan Julián Álvarez & Atlético Madrid picu konflik transfer Barcelona hingga keretakan internal.
Bukan sekadar kalah, perselisihan Julián Álvarez & Atlético Madrid picu konflik transfer Barcelona hingga keretakan internal.

 

LombokPost-Kekalahan telak 0-3 dari Athletic Bilbao rupanya hanyalah puncak dari gunung es krisis internal yang dialami Julián Álvarez bersama Atlético Madrid.

Dibalik gesture menunduk dan raut wajah frustrasi penyerang asal Argentina tersebut di bangku cadangan, tersimpan konflik panas serta retaknya hubungan sang pemain dengan jajaran direksi klub.

Laporan mendalam media Spanyol dan Argentina menguak bahwa penderitaan Julián Álvarez berakar dari gagalnya kepindahan ke FC Barcelona pada bursa transfer lalu.

Barcelona diketahui sempat melayangkan proposal resmi senilai 116 juta dolar AS (sekitar Rp 1,8 triliun) demi mendaratkan sang penyerang ke Camp Nou.

Namun, manajemen Atlético Madrid justru memilih bungkam dan menolak bernegosiasi dengan rival domestik mereka.

Sikap dingin serta penolakan manajemen Los Colchoneros dalam merespons tawaran tersebut kabarnya membuat Julián Álvarez merasa sangat dikhianati dan marah besar.

Baca Juga: Atletico Madrid Tegas Tolak Barcelona, Julian Alvarez Dipastikan Batal Pindah ke Camp Nou

Masalah makin keruh ketika kubu Julián Álvarez merasa dimanipulasi oleh manajemen klub.

Pihak Atlético Madrid disinyalir sempat meminta penyerang berjuluk El Araña itu untuk menyatakan keinginan hengkang secara terbuka di hadapan media.

Langkah tersebut diminta manajemen agar publik dan fans menganggap keputusan berpisah murni berasal dari sang pemain, bukan dorongan klub.

Tak berhenti di situ, kekecewaan mendalam Julián Álvarez juga dipicu oleh minimnya perhatian manajemen terhadap kondisi fisiknya.

Sang pemain sempat memaksakan diri tampil dengan bantuan suntikan penghilang rasa sakit pada laga semifinal Liga Champions demi membela Atlético Madrid.

Namun, setelah kompetisi usai dan ia terbang membela Timnas Argentina, tak satu pun petinggi klub yang menghubungi untuk menanyakan proses pemulihannya.

Baca Juga: Simeone Tegaskan Klub yang Tarik Julian Alvarez ke Ruang Ganti, Bukan Keinginan Sang Pemain

Di sisi lain, pelatih Diego Simeone sebenarnya memahami situasi pelik sang anak asuh dan tidak ingin menahan pemain yang sudah tak lagi berkomitmen penuh.

Kendati demikian, pemilik serta direksi Atlético Madrid tetap bergeming dan hanya mau melepas sang striker jika ada klub yang bersedia menebus klausul pelepasan bernilai fantastis.

Perselisihan panas ini menciptakan situasi yang makin serba salah di Metropolitano.

Hubungan yang terlanjur retak dengan petinggi klub serta cibiran dari sebagian pendukung membuat posisi Julián Álvarez kian tersudut dan tak lagi merasa nyaman bertahan.

Dengan bursa transfer yang telah ditutup dan kepindahannya ke Barcelona batal terwujud, jalan keluar di jendela transfer mendatang menjadi satu-satunya opsi logis.

Julián Álvarez kini tinggal menunggu momen tepat untuk mengakhiri masa-masa sulitnya di Atlético Madrid demi menyelamatkan karier profesionalnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : ESPN Argentina
Transfer Sepak Bola FC Barcelona julian alvarez diego simeone atletico madrid