Pernyataan menohok Mauricio Pochettino ini mencuat usai munculnya temuan pelanggaran finansial historis yang dilakukan Chelsea pada era kepemimpinan Roman Abramovich. Mauricio Pochettino menegaskan bahwa pelanggaran tersebut telah mencederai prinsip keadilan persaingan antara Chelsea dan Tottenham Hotspur di lapangan hijau.
Pada musim 2016/17 lalu, Chelsea asuhan Antonio Conte memang tampil sangat perkasa dengan bertengger di puncak klasemen akhir mengemas 93 poin. Sementara skuad Tottenham Hotspur besutan Mauricio Pochettino harus puas membuntutinya di peringkat kedua usai meraih koleksi 86 poin.
Baca Juga: Xabi Alonso Disebut Jadi Penghambat Talenta Muda Brasil
Namun, pengakuan pelanggaran aturan finansial oleh Chelsea terkait penggunaan agen tidak berlisensi hingga transaksi tertutup membuat Mauricio Pochettino merasa dirugikan. Chelsea sendiri hanya dijatuhi sanksi denda finansial tanpa mendapatkan sanksi pemotongan poin dari otoritas Liga Inggris.
Kondisi tersebut dinilai Mauricio Pochettino sangat melukai nilai olahraga dan sportivitas persaingan gelar. Bagi Mauricio Pochettino, denda uang semata tidak sepadan untuk membayar ketidakadilan yang dirasakan oleh Tottenham Hotspur yang bermain bersih sepanjang musim.
"Jika itu benar bahwa mereka melanggar aturan, maka kami pantas menjadi juara. Gelar seharusnya diberikan kepada tim yang finis kedua," ujar Mauricio Pochettino saat menuntut hak gelar Juara Liga Inggris untuk Tottenham Hotspur.
Baca Juga: Akhirnya, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Akan Main Satu Tim
Pro-kontra pun langsung menyeruak tajam di kalangan pencinta sepak bola dunia menyikapi manuver berani Mauricio Pochettino. Banyak pihak mempertanyakan apakah sanksi finansial cukup adil bagi tim lawan, ataukah pencabutan gelar juara Chelsea memang layak dipertimbangkan demi menjaga integritas kompetisi.
Tuntutan tegas Mauricio Pochettino ini kembali memanaskan rivalitas lama antara Tottenham Hotspur dan Chelsea di panggung tertinggi Liga Inggris. Hingga kini, perdebatan soal status gelar juara musim 2016/17 tersebut terus menjadi perbincangan hangat di kalangan penikmat bola.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : Sky Sports