LombokPost - Pelatih AC Milan Ruben Amorim melihat Luka Modric dari dua sisi.
Dia mengerti kritik yang ditujukan pada pemain 41 tahun itu, bahwa Luka Modric tidak selalu punya energi untuk menekan di sana-sini.
Tapi di sisi lain, Luka Modric adalah tipe pemain yang mengendalikan permainan dan bola, dan itu dibutuhkan AC Milan.
Baca Juga: Striker AC Milan Christopher Nkunku Bingung dengan Keputusan Klub Meminjamkannya ke RB Leipzig
Menurutnya, skuad AC Milan perlu belajar untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan bola.
Dan terkait itu, Luka Modric adalah pemain AC Milan yang memahami hal tersebut lebih baik daripada siapa pun.
Dengan memasang Luka Modric, mungkin AC Milan kehilangan sesuatu di satu sisi.
Baca Juga: AC Milan dan Bakat Muda yang Tak Pernah Habis: Alphadjo Cisse, Francesco Camarda, Christian Comotto
Tapi menurut Ruben Amorim, AC Milan juga mendapatkan kelebihan di sisi lain.
"Saya mengerti kritik itu, tapi kami perlu mengelola penguasaan bola dengan lebih baik dan Luka Modric membantu kami melakukan itu," tegas pelatih AC Milan berkebangsaan Portugal itu.
Belakangan, Luka Modric yang kini tak lagi muda memang dikritik karena tak mampu menutup sejumlah ruang kosong.
Baca Juga: AC Milan, Sporting Lisbon, dan Benfica
Pengkritik bahkan menyebut Ardon Jashari sebagai opsi yang lebih baik bagi AC Milan karena sang pemain mampu berlari terus mengejar bola yang dikuasai lawan.
Tapi pengkritik agaknya lupa dan kini diingatkan Ruben Amorim, bahwa Luka Modric memberi ketenangan dan visi dalam penguasaan bola AC Milan.
Dia mengatur tempo dan ritme bermain klub layaknya seorang dirigen dalam sebuah pertunjukan besar.
Baca Juga: Francesco Camarda Masih Harus Sabar Menanti Kesempatan Diturunkan AC Milan untuk Membuktikan Diri
Sebuah hal yang tak bisa diberikan Ardon Jashari, karena memang dia bertipe berbeda dengan Luka Modric.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post