LombokPost- Evaluasi tajam tertuju pada performa lini tengah Liverpool usai laga sengit melawan Fulham. Dua gelandang andalan, Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch, menjadi sorotan lantaran minimnya kontribusi bertahan serta catatan duel yang terbilang cukup memprihatinkan sepanjang pertandingan.
Dominik Szoboszlai mencatatkan statistik bertahan yang sangat rendah dalam laga ini. Pemain asal Hungaria tersebut hanya mampu memenangkan 1 dari 9 kali duel yang dilakoni, dengan rasio kemenangan duel hanya berada di angka 11 persen serta persentase duel udara nol persen akibat kalah dalam satu-satunya duel udara yang ia ikuti.
Kondisi yang tak kalah mengkhawatirkan terlihat pada catatan Ryan Gravenberch. Meski persentase duelnya mencapai 40 persen dengan memenangkan 2 dari 5 duel serta menyapu bersih dua duel udara, gelandang muda ini dinilai sangat minim melakukan intensitas pertarungan di lini tengah.
Baca Juga: Ciptakan 15 Peluang Emas, Masalah Finishing Real Madrid Jadi Sorotan
Minimnya determinasi bertahan Ryan Gravenberch kian terlihat dari jarak tempuh dan jumlah sprint. Ia tercatat hanya berlari sejauh 7,2 kilometer dan melakukan 6 kali sprint, memperlihatkan keengganan untuk trackback saat situasi transisi dari menyerang ke bertahan, bahkan sempat membuat blunder yang hampir berbuah gol jika tak diselamatkan aksi heroik Jeremy Jacquet.
Berbeda dengan Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai setidaknya masih menunjukkan kemauan untuk terus menutupi ruang dan berlari. Meski statistik duelnya buruk, catatan jarak tempuhnya menyentuh 11 kilometer dengan eksekusi 12 kali sprint sepanjang pertandingan.
Beban berat di lini tengah pada akhirnya harus ditanggung oleh Florian Wirtz. Akibat dua rekannya terlalu bernafsu menyerang, sang gelandang serang terpaksa bekerja ekstra keras dengan menutupi area pertahanan hingga menempuh jarak lari mencapai 12 kilometer dan mencatatkan 15 kali sprint.
Baca Juga: Pochettino Minta Gelar Chelsea 2016/17 Dicabut dan Diserahkan ke Tottenham
Hebatnya, meski menguras tenaga untuk bantu bertahan, kualitas Florian Wirtz dalam mengkreasi serangan sama sekali tidak mengendur. Ia tetap mampu melepaskan 6 kali operan ke area final third serta membukukan 9 kali line breaking passes yang membongkar pertahanan lawan.
Kontribusi bertahan Florian Wirtz juga menjadi yang paling mentereng di antara trio lini tengah tersebut dengan catatan 9 defensive contributions dan 6 kali ball recoveries. Catatan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih untuk membenahi keseimbangan lini tengah pada laga-laga berikutnya.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Opta Analyst