LombokPost- Kebiasaan manajer Arsenal, Mikel Arteta, yang kerap bertindak ekspresif di pinggir lapangan akhirnya berbuah sanksi ketat. Pelatih asal Spanyol tersebut resmi diganjar kartu kuning setelah terbukti berulang kali melanggar aturan dengan keluar dari area teknis (technical area) yang telah ditentukan.
Momen penjatuhan sanksi tersebut terjadi saat Arsenal melakoni laga tandang menghadapi Sunderland di Stadium of Light. Sepanjang babak pertama, Mikel Arteta tampil sangat aktif memberikan instruksi intensif hingga pergerakannya melewati batas area garis pelatih.
Melihat aksi Mikel Arteta yang terus melebihi batas, wasit utama John Brooks memutuskan untuk bertindak tegas. Keputusan memberi peringatan keras tersebut diambil setelah fourth official Elliot Bell berdiskusi dan melaporkan perilaku agresif sang juru taktik di pinggir lapangan.
Baca Juga: Julian Alvarez Blokir Telepon Mikel Arteta, Tolak Rayuan Arsenal demi Atletico Madrid
Gaya kepelatihan Mikel Arteta di garis lapangan memang sudah lama menjadi bahan perdebatan hangat di Premier League. Ia dikenal sebagai salah satu manajer paling emosional yang sering mendekati garis lapangan, berteriak memberi petunjuk, hingga memprotes keputusan pengadil pertandingan.
Sebelum insiden ini, konsistensi penegakan aturan terhadap Mikel Arteta kerap dipertanyakan oleh publik sepak bola. Mantan kepala badan wasit PGMOL dan wasit FIFA, Keith Hackett, bahkan sempat menyematkan julukan worst offender atau pelanggar terparah kepada pelatih Arsenal tersebut akibat minimnya ketegasan dari wasit cadangan.
Baca Juga: Ciptakan 15 Peluang Emas, Masalah Finishing Real Madrid Jadi Sorotan
Namun ketabuan hukuman tersebut akhirnya pecah di markas Sunderland. Ketegasan John Brooks dan tim wasit membuktikan bahwa tidak ada toleransi lagi bagi manajer yang terus-menerus mengabaikan regulasi technical area di Liga Inggris.
Uniknya, pasca-menerima kartu kuning dari sang pengadil, Mikel Arteta tidak menunjukkan gestur kemarahan berlebih. Ia justru tertangkap kamera mencoba mencairkan suasana tegang dengan menghampiri wasit John Brooks untuk mengajak berjabat tangan dan memberikan pelukan.
Peristiwa di markas Sunderland ini diprediksi bakal menjadi pelajaran penting bagi Mikel Arteta untuk lebih menahan diri di laga-laga berikutnya. Ketegasan wasit dalam laga ini menandai era baru penegakan disiplin ketat bagi para pelatih papan atas di pinggir lapangan.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Sky Sports