LombokPost - Unggahan media sosial di masa lalu kerap menjadi boomerang yang menyakitkan bagi klub sepak bola. Hal inilah yang kini dialami Coventry City setelah hasil buruk terus membayangi langkah awal mereka di ajang tertinggi Premier League.
Beberapa bulan lalu, Coventry City sempat mengunggah kalimat yang viral dan mengundang tawa di jagat maya. Mereka melontarkan pertanyaan sinis terkait alasan mengapa klub-klub terus tertarik memakai jasa melatih dari sosok Frank Lampard.
Kala itu, unggahan tersebut dianggap sekadar candaan segar. Frank Lampard memang berhasil membawa Coventry City tampil luar biasa agresif dan produktif mencetak gol di kompetisi EFL Championship hingga akhirnya merebut tiket promosi ke Premier League.
Baca Juga: Pochettino Minta Gelar Chelsea 2016/17 Dicabut dan Diserahkan ke Tottenham
Namun, panggung tertinggi Premier League memberikan realitas yang sangat berbeda dan kejam bagi tim asuhan Frank Lampard tersebut. Kalimat candaan masa lalu itu kini justru datang kembali untuk menghantui perjalanan Coventry City di awal musim ini.
Kekalahan telak dengan skor 0-5 saat menjamu Brighton menjadi puncak dari keterpurukan tim. Hasil buruk tersebut menegaskan start teramat mengerikan bagi skuat besutan Frank Lampard sejak kompetisi tertinggi bergulir.
Baca Juga: Sering Lolos Hukuman Kesalahan ini, Mikel Arteta Akhirnya Dijatuhi Kartu Kuning
Dalam empat laga awal di ajang Premier League, Coventry City bentukan Frank Lampard sama sekali belum mengemas poin. Meriam gol mereka mendadak mandul tanpa berhasil menyarangkan satu gol pun ke gawang lawan, sementara lini belakang sudah kebobolan sepuluh kali.
Catatan kelam ini menempatkan Coventry City ke dalam daftar kelam sejarah sepak bola Inggris. Mereka menjadi salah satu tim dengan start terburuk di kasta tertinggi setelah gagal mencetak gol dalam empat laga pembuka musim.
Situasi yang dihadapi Frank Lampard bersama anak asuhnya kini kian menghimpit. Performa buruk ini bahkan tercatat sebagai awal musim terkelam bagi Coventry City sejak periode 1919/1920 silam di ajang liga.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Sky Sports