LombokPost - Saat laga AC Milan melawan Benfica sebenarnya tidak lebih sulit daripada melawan Lazio.
AC Milan tidak bermain lebih buruk saat melawan Benfica di Liga Eropa, ketimbang Lazio dj Serie A.
Bahkan jika melihat statistik maupun melihat secara langsung jalannya pertandingan Benfica tidaklah superior.
Baca Juga: Nama Antonio Conte Mencuat, Ruben Amorim Dievaluasi Owner AC Milan Gerry Cardinale
Buktinya, dalam laga melawan Lazio AC Milan menerima XG sebesar 2.01 daripada xG yang diterima melawan Benfica hanya 0.63.
Bersama pelatih Ruben Amorim AC Milan terlihat sebagai kesatuan tim, namun mereka belum menemukan chemistry yang solid.
Masalahnya, Ruben Amorim terus melakukan rotasi, dia tidak tetap menggunakan starting XI AC Milan yang tepat.
Baca Juga: Gosip Panas, AC Milan Bisa Saja Ganti Ruben Amorim dengan Antonio Conte
Sang pelatih tampak sangat suka mengutak-atik komposisi pemain secara mayor di tiap pertandingan AC Milan.
Misalnya ketika sejumlah pengamat memuji Adrien Rabiot yang bermain baik di tengah dalam laga AC Milan kontra Lazio.
Saat AC Milan kontra Benfica, malah Ardon Jashari yang diturunkan dari menit awal, bukan Adrien Rabiot.
Baca Juga: Seribu Satu Alasan Ruben Amorin soal Rotasi Aneh AC Milan, Dikritik Fabio Capello
Faktanya sampai saat ini, AC Milan baru bisa mencetak gol ketika pemain pengganti masuk, menunjukkan mungkin ada yang salah dalam cara Ruben Amorim memilih starting XI.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post Online