LombokPost - Kekalahan AC Milan atas Benfica mulai memunculkan kritik tajam dari berbagai kalangan.
AC Milan dianggap bermain buruk di semua lini, termasuk dalam fase pertahanan yang menjadi bencana karena kebobolan terlalu mudah.
Di sektor penyerangan, AC Milan yang mendatangkan Goncalo Ramos seharga € 74 juta juga tak lepas dari sorotan.
Baca Juga: Stop Bongkar Pasang, Saatnya AC Milan Mainkan 11 Pemain Terbaik
AC Milan menghabiskan yang buang sangat banyak untuk seorang penyerang yang sangat jarang melakukan tendangan ke arah gawang lawan.
Sebagian karena kesalahan Goncalo Ramos sendiri, dan sebagian lagi karena lini tengah AC Milan tidak bisa berkreasi.
AC Milan saat ini disebut adalah tim yang layaknya tidak memiliki kepala maupun ekor, alias tak jelas ujungnya.
Baca Juga: AC Milan Tidaklah Buruk, hanya Belum Padu karena Terus Diutak-Atik Ruben Amorim
Kritik paling tegas tentu saja tertuju pada pelatih AC Milan Ruben Amorim, yang terus melakukan perubahan komposisi pemain.
Ruben Amorim diingatkan, bahwa skuad AC Milan membutuhkan kontinuitas dalam starting XI.
Bukan berarti pemain harus itu-itu saja sepanjang musim, totasi tetap penting, tetapi the winning team atau pemain yang sedang on fire jelas harus dimainkan.
Baca Juga: Nama Antonio Conte Mencuat, Ruben Amorim Dievaluasi Owner AC Milan Gerry Cardinale
Tak seperti saat ini, setiap pertandingan lini belakang, gelandang, winger, sampai gelandang serang terus berubah.
Ingat, para pemain bisa benar-benar memahami pola permainan yang diinginkan pelatih jika mendapat menit bermain yang cukup.
Ruben Amorim memang sedang mencoba memberikan kesempatan kepada banyak pemain dan itu tujuannya bagus.
Baca Juga: Gosip Panas, AC Milan Bisa Saja Ganti Ruben Amorim dengan Antonio Conte
Tapi masalahnya, proses tersebut justru bisa membuat AC Milan terus dalam mode coba-coba.
Hasilnya, 2 kemenangan, 2 hasil seri, dan 1 kekalahan dalam 4 laga Serie A dan 1 Liga Eropa.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post Online