LombokPost - Goncalo Ramos, striker nomor 9 AC Milan dalam sorotan.
Rekrutan termahal AC Milan sepanjang masa itu, baru mencetak sebiji gol dalam 5 laga yang sudah dijalani AC Milan.
Selama lebih dari 10 tahun jersey nomor 9 AC Milan seolah terus memberi "kutukan".
Baca Juga: Selain Ruben Amorim, Sorotan juga Mulai Tertuju pada Rekrutan Termahal AC Milan Goncalo Ramos
Setelah perpisahan Filippo Inzaghi pada tahun 2012 silam, 13 pemain pernah memakainya, dan tampil mengecewakan, terkecuali untuk Olivier Giroud yang tampil luar biasa bersama AC Milan.
Hadirnya Oliver Giroud menujukkan bahwa kutukan nomor 9 AC Milan itu tidaklah benar.
Baca Juga: Stop Bongkar Pasang, Saatnya AC Milan Mainkan 11 Pemain Terbaik
Itulah mengapa Goncalo Ramos, mengambil tanggung jawab nomor 9 AC Milan tanpa rasa takut.
Goncalo Ramos pernah berkata: "Mereka memberi tahu saya tentang kutukan nomor 9. Tapi saya tidak terlalu memikirkannya karena Olivier Giroud ada di sana. Dia bermain di sini beberapa saat yang lalu, baginya nomor itu tidak dikutuk. Jadi bagi saya memakianya bukan masalah," tegas striker AC Milan berkebangsaan Portugal itu.
Baca Juga: AC Milan Tidaklah Buruk, hanya Belum Padu karena Terus Diutak-Atik Ruben Amorim
Mengenakan jersey nomor 9 AC Milan memanglah berat tetapi itu juga berarti kepercayaan diri bagi Goncalo Ramos.
Sebiji gol Goncalo Ramos sejauh ini m mang tidak meyakinkan, dia hanya mencetak satu gol saat AC Milan melawan Venezia.
Bahkan saat melawan Juventus dia tidak pernah berhasil menembak, dan saat melawan Benfica Goncalo Ramos juga menendang tiga kali tanpa mengenai gawang.
Baca Juga: Nama Antonio Conte Mencuat, Ruben Amorim Dievaluasi Owner AC Milan Gerry Cardinale
Secara lebih objektif, masalah utamanya adalah karena Goncalo Ramos sering harus mundur untuk menjemput bola.
Dia lebih sering memunggungi gawang lawan, padahal karakteristiknya dalam permainan udara dan serangan dalam kotak penalti.
Selain Goncalo Ramos yang perlu lebih klinis, tampaknya skuad AC Milan juga perlu lebih baik dalam memberi suplai bola padanya.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post