LombokPost - Kekalahan dari Benfica membuat pelatih AC Milan Ruben Amorim harus berpikir ulang soal strateginya.
Fokus utamanya kini adalah menemukan 5-6 pemain yang benar-benar menjadi tulang punggung skuad AC Milan, baik dari sisi taktik maupun kepemimpinan.
Setelah fondasi tersebut terbentuk, rotasi pemain akan dilakukan dengan lebih terukur agar struktur dan identitas permainan AC Milan tetap terjaga.
Baca Juga: Hadapi Lecce, AC Milan Siap Pasang "The Best Team"
Ruben Amorim memang dikritik karena terus melakukan rotasi, bahkan terhadap pemain yang dianggap menampilkan performa baik di laga sebelumnya.
Sebuah hal yang tak wajar, karena pola seperti itu biasanya dilakukan pelatih saat momen pramusim, untuk mencari pola, skema, dan pemain pilihan.
Maksud dari Ruben Amorim melakukan hal itu tampaknya, dia ingin membentuk skuad AC Milan yang tak memiliki ketergantungan terhadap 1 atau 2 pemain saja, baik di lini tengah atau depan.
Baca Juga: AC Milan Tak Boleh Menyia-Nyiakan Luka Modric, Ruben Amorim Harus Cari Cara
Seperti beberapa musim lalu dimana AC Milan sangat ketergantungan dengan duet Theo Hernandez dan Rafael Leao di sisi kiri.
Ketika mereka tak bermain baik, permainan AC Milan pun otomatis terganggu, hal itu tak diinginkan Ruben Amorim.
Musim lalu pun seperti itu, AC Milan memiliki ketergantungan terhadap sosok Luka Modric dan Adrien Rabiot.
Baca Juga: Sadarlah Ruben Amorim, Ini Skuad Terbaik AC Milan
Cara Ruben Amorim, mengambil risiko tinggi seperti yang terlihat dipertandingan melawan Lazio, tapi dengan harapan gaya bermain AC Milan yang diinginkannya segera terbentuk.
Dengan cara itu, Ruben Amorim butuh lebih banyak waktu untuk membentuk koordinasi dari pemain-pemain ini, dan inilah yang sukar dia dapat.
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post