LombokPost - Pelatih AC Milan Ruben Amorim telah banyak bereksperimen di berbagai laga awal musim ini.
Secara konsisten, starting XI AC Milan selalu berubah di tiap match.
Namun, hasilnya tak selalu positif, bahkan kini karena banyaknya tekanan eksperimen Ruben Amorim tampaknya bakan mulai akan berhenti saat AC Milan menghadapi Lecce.
Baca Juga: Pertanyaan Fans AC Milan Sekarang Adalah, Beranikah Ruben Amorim Menurunkan Susunan Super Ofensif
Di antara eksperimen yang dilakukan, Samuel Chukwueze adalah contoh yang berhasil sebagai bek sayap kanan AC Milan.
Samuel Chukwueze begitu menonjol secara konsisten untuk AC Milan alias Rossoneri musim ini, padahal musim lalu dia dipinjamkan karena kalah bersaing.
Nama lainnya adalah gelandang AC Milan Yunus Musah.
Baca Juga: Ruben Amorim Sedikit Mengalah, AC Milan Siapkan Nama-nama Lawas
Seperti Samuel Chukwueze, Yunus Musah musim lalu juga dipinjamkan oleh AC Milan karena kalah bersaing dengan gelandang lainnya.
Saat itu tampaknya tak ada yang akan berpikir dia akan tampil sangat baik setelah kembali dari masa peminjaman.
Pemain berkebangsaan Amerika itu telah membuktikan dirinya sebagai pemain kunci dari sistem Pelatih AC Milan berkebangsaan Portugal Ruben Amorim.
Baca Juga: Hadapi Lecce, AC Milan Siap Pasang "The Best Team"
Namun, sejauh ini ada banyak hal negatif yang muncul dari serangkaian eksperimen Ruben Amorim.
Misalnya saat bek sayap kiri Pervis Estupinan dipasang, dia membuat terlalu banyak blunder dan kesalahan yang merugikan AC Milan.
Ruben Amorim juga pernah memasang Diego Moreira di kanan, dan hasilnya tak begitu baik, dia malah lebih pas di kiri, dengan torehan 2 gol saat melawan Lazio, tapi malah dicadangkan di laga berikutnya kontra Benfica di Liga Eropa.
Baca Juga: AC Milan Tak Boleh Menyia-Nyiakan Luka Modric, Ruben Amorim Harus Cari Cara
Lalu ada Ruben Loftus-Cheek, yang tidak tampil baik saat diturunkan di belakang striker, di posisi itu Christian Pulisic tampaknya lebih cocok.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post