LombokPost - Gelombang kepindahan pemain top Eropa ke Liga Arab Saudi kembali memicu sorotan tajam. Kali ini, gelandang Timnas Belanda, Tijjani Reijnders, secara terbuka mengakui alasan utama di balik keputusannya meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Al Qadsiah. Tanpa alasan yang dibuat-buat, faktor finansial diakuinya menjadi magnet terbesar yang melandasi keputusan berani tersebut.
Kepindahan Tijjani Reijnders dari Manchester City menuju Al Qadsiah memang mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, sang pemain masih berada di masa puncak karier profesionalnya. Namun, penawaran fantastis berupa nilai kontrak sebesar 100 juta euro untuk durasi lima tahun membuat sang gelandang mantap membulatkan tekad menuju Al Qadsiah.
Saat wawancara media internasional, Tijjani Reijnders menegaskan bahwa uang selalu memegang peranan penting bagi seorang pesepak bola profesional. Baik saat membela Manchester City maupun klub lainnya, faktor gaji merupakan hal yang wajar diperhitungkan secara matang.
Baca Juga: Buka-Bukaan Ayah Tijjani Reijnders soal Alasan Pindah ke Al-Qadsiah
"Tentu saja uang memainkan peran. Kalau tidak, Anda tidak akan pergi ke sana. Tapi hal yang sama juga berlaku untuk transfer domestik di Inggris. Saya juga tidak akan pindah ke klub lain dengan bayaran yang lebih rendah," ujar Tijjani Reijnders terus terang mengenai alasannya menerima pinangan Al Qadsiah.
Eks pilar Manchester City itu menjelaskan bahwa karier di lapangan hijau memiliki batas waktu yang tergolong singkat. Keputusannya merapat ke Al Qadsiah diambil murni demi mengamankan masa depan finansial keluarga besarnya hingga beberapa generasi mendatang.
"Setelah karier saya berakhir, saya tidak ingin bekerja lagi. Sebenarnya, setelah dari City pun saya sudah tidak perlu bekerja lagi, tetapi sekarang saya bisa memastikan beberapa generasi keluarga saya hidup dengan sangat berkecukupan," tambah Tijjani Reijnders menjelaskan dampak finansial dari kontrak Al Qadsiah.
Baca Juga: Tolak Kata Pensiun: Cristiano Ronaldo Dipanggil untuk Jeda Internasional UEFA Nation League
Pemain bernomor punggung mentereng itu merasa tidak perlu menyembunyikan kenyataan pahit bahwa sepak bola modern memang tidak terlepas dari bisnis. Tijjani Reijnders menilai mayoritas publik sebenarnya sudah bisa menebak motif utama di balik langkah besarnya meninggalkan skuad Manchester City.
"Saya tidak akan berbohong soal itu, saya rasa kebanyakan orang juga sudah menduganya. Saya berpikir, kalau cucu-cucu saya nantinya bisa hidup dari uang itu, mengapa saya tidak melakukannya?" tutup Tijjani Reijnders lugas menyikapi kepindahannya ke Al Qadsiah.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : Voetbalprimeur