LombokPost - Isu miring mengenai internal persaingan skuad Manchester United kembali menjadi sorotan pencinta sepak bola. Jauh sebelum situasi hangat saat ini, mantan bek tengah Manchester United, Eric Bailly, ternyata sudah menghembuskan kritikan tajam terkait dugaan favoritisme terhadap deretan pemain Inggris di Old Trafford.
Pernyataan menohok dari Eric Bailly tersebut sejatinya permah diungkapkan pada September 2022 lalu saat dirinya mulai angkat kaki dari Manchester United. Pemain asal Pantai Gading itu merasa ada perbedaan perlakuan yang cukup menyolok antara pemain lokal berpaspor Inggris dengan deretan legiun asing di dalam ruang ganti Manchester United.
"Manchester United seharusnya menghindari sikap memfavoritkan pemain-pemain Inggris dan memberikan kesempatan kepada semua pemain," cetus Eric Bailly ketika membongkar situasi internal Manchester United.
Baca Juga: Statistik Mengkhawatirkan Manchester United Era Michael Carrick
Menurut mantan pilar lini belakang tersebut, manajemen maupun staf kepelatihan Manchester United idealnya menciptakan iklim persaingan yang sehat tanpa memandang paspor sang pemain. Eric Bailly menilai setiap penggawa layak mendapatkan menit bermain murni berdasarkan performa di atas lapangan, bukan karena faktor kewarganegaraan tertentu di Manchester United.
"Saya selalu mendapat kesan bahwa pemain Inggris mendapat perlakuan khusus. Hal itu tidak terjadi di Chelsea atau klub-klub besar Premier League lainnya," lanjut Eric Bailly membandingkan situasi Manchester United dengan rival papan atas Liga Inggris.
Saat melepas masa pinjamannya ke Olympique Marseille, Eric Bailly sempat menaruh harapan besar pada arsitek Manchester United saat itu, Erik ten Hag. Sang bek berharap kehadiran Erik ten Hag bisa meruntuhkan tradisi perlakuan istimewa tersebut dan mengembalikan iklim kompetisi yang adil bagi seluruh penggawa Manchester United.
Menariknya, sepanjang melontarkan kritik pedas tersebut, Eric Bailly sama sekali tidak pernah menyebutkan nama pemain Inggris secara spesifik di Manchester United. Dirinya hanya menyoroti sistem serta budaya klub yang terkesan selalu memanjakan pemain Inggris dibanding pemain asing.
Kritik lama Eric Bailly ini kembali menjadi bahan perbincangan hangat lantaran mencerminkan dinamika internal yang sering memicu polemik di dalam tubuh Manchester United hingga saat ini.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : The Athletic