LombokPost - Sebuah cerita menggelitik nan kocak dari balik layar kesuksesan Manchester City saat mengemas 100 poin di Premier League musim 2017/18 mendadak kembali mencuri perhatian publik. Pelatih papan atas Pep Guardiola rupanya punya cara unik tersendiri untuk merayakan setiap momen kemenangan besar bersama para jajaran tim dan stafnya.
Meski dikenal sangat perfeksionis dan disiplin tinggi di atas lapangan, Pep Guardiola rupanya memegang prinsip tegas bahwa seberat apa pun persaingan pertandingan, para pemain dan staf tetap wajib menikmati momen bersenang-senang usai laga usai.
Seorang mantan staf internal klub mengungkapkan bagaimana Pep Guardiola kerap mengajak rombongan tim untuk merayakan keberhasilan mereka sepanjang musim bergulir. Pelatih asal Spanyol tersebut tidak ragu mendorong seluruh elemen tim untuk melepas penat bersama usai meraih hasil maksimal.
Baca Juga: Manchester City Tanpa Pep Guardiola Tetap Mengerikan, Enzo Maresca Sapu Bersih Kemenangan
"Pep Guardiola menginginkan semua rekor tersebut, tetapi kami tetap sering keluar bersama. Dia selalu bilang, hari Minggu ada pertandingan, tetapi Senin dan Selasa kita keluar. Itu terjadi hampir setiap minggu," ujar sang mantan staf mengenang kepemimpinan Pep Guardiola di klub tersebut.
Intensitas agenda perayaan yang cukup padat tersebut rupanya sempat membuat salah satu staf Pep Guardiola merasa kebingungan dan kewalahan. Staf tersebut bahkan mengaku kesulitan membagi waktu dan takut tidak mendapatkan izin dari sang istri untuk terus ikut serta dalam pesta kemenangan.
Mendengar kekhawatiran dari anggota stafnya tersebut, Pep Guardiola justru memberikan respons yang sangat tidak terduga. Manajer berkepala plontos itu menawarkan diri secara langsung untuk membantu menjadi jembatan komunikasi dan menelepon istri dari stafnya demi mendapatkan izin keluar rumah.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Bongkar Alasan Bertahan di Timnas Portugal, Target 1.000 Gol Jadi Ceri di Atas Kue
Aksi nekad Pep Guardiola yang menelepon langsung sang istri di hadapan seluruh rombongan tim pun langsung memicu gelak tawa. Dengan gaya khasnya, pelatih ternama itu mencoba melakukan negosiasi jam pulang agar sang staf diizinkan ikut bergabung dalam pesta skuad Manchester City.
"Dengar, saya tahu kami sudah sering keluar akhir-akhir ini, tetapi kami baru saja menjuarai Premier League. Saya berjanji akan mengantarnya pulang tepat jam 2 pagi," ucap Pep Guardiola membela stafnya saat bernegosiasi via telepon.
Namun, respons tegas dan singkat dari sang istri yang hanya menyanggupi pulang jam 1 pagi lalu langsung mematikan sambungan telepon membuat suasana ruangan langsung pecah oleh tawa. Kejadian unik ini membuktikan bahwa di balik ketegasannya sebagai juru taktik kelas dunia, Pep Guardiola juga memiliki sisi humoris dan sangat merakyat dengan seluruh stafnya.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Daily Mail