LombokPost — Tim nasional Inggris dijadwalkan menjamu juara Eropa Euro 2024 sekaligus pemenang Piala Dunia 2026, Spanyol, di Stadion Wembley, London, pada Minggu (27/9/2026) dini hari WIB. Pertandingan big match pembuka Grup A3 UEFA Nations League 2026–2027 ini menjadi panggung pembuktian bagi manajer Inggris, Thomas Tuchel, untuk menguji efektivitas skema taktiknya dalam meredam dominasi tiki-taka 2.0 ala pelatih Spanyol, Luis de la Fuente.
Di bawah kendali Tuchel, karakter permainan The Three Lions cenderung lebih pasif dalam penguasaan bola. Pendekatan ini berbanding terbalik dengan filosofi permainan La Furia Roja di bawah De la Fuente yang konsisten mendominasi alur penguasaan bola (ball possession).
Kendati taktik pasif Tuchel sempat menuai kritik dari para pengamat dan pendukung timnas Inggris, pembelaan datang dari wide attacker Inggris yang kini membela FC Barcelona, Anthony Gordon. Mantan pemain Newcastle United tersebut menilai strategi Tuchel telah selaras dengan karakter dasar para pemain Inggris.
”Inggris harus bermain seperti Inggris,” kata Gordon dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Inggris (FA).
Berkompetisi di La Liga memberikan sudut pandang komparatif bagi Gordon mengenai perbedaan mendasar antara gaya permainan sepak bola Inggris dan Spanyol.
”Aku yakin kami bisa menjadi lebih baik asalkan kami memanfaatkan kekuatan kami. Yaitu dengan bermain fisik, bermain direct, dan efektif dalam melakukan serangan balik,” beber Gordon.
Momentum Kembalinya Trent Alexander-Arnold
Laga ini juga menjadi momentum kembalinya bek kanan Trent Alexander-Arnold ke skuad utama Inggris. Penampilan impresifnya di bawah arahan Jose Mourinho di Real Madrid musim ini melapangkan jalannya kembali ke kamp latihan St. George’s Park.
Trent mencatatkan penampilan terakhirnya bersama timnas saat menghadapi Andorra pada kualifikasi Piala Dunia zona UEFA, 7 Juni lalu, sebagai pemain pengganti. Dalam laga melawan Spanyol, mantan pemain Liverpool tersebut berpeluang tampil sejak menit awal.
”Pengalaman Trent selama membela Real seharusnya membantu dia untuk jadi lebih baik sekarang,” ujar mantan pelatih timnas Inggris, Sam Allardyce, dalam pendarat (podcast) No Tippy Tappy.
Duel Komparatif Elliot Anderson dan Rodri
Pertandingan di Wembley turut menyajikan duel menarik di lini tengah antara gelandang bertahan muda Inggris, Elliot Anderson, dan kapten sekaligus gelandang jangkar Spanyol, Rodri.
Kepindahan Rodri dari Manchester City menuju FC Barcelona musim ini bertepatan dengan hadirnya Anderson di skuad The Citizens. Pemain berusia 23 tahun tersebut dinilai mampu menunjukkan performa menjanjikan di lini tengah.
Sepanjang laga awal Premier League musim ini, Anderson mencatatkan akurasi operan di atas 92 persen—capaian yang sebelumnya diukir Rodri pada 2023. Selain itu, Anderson juga mencatatkan rekor operan melampaui angka 150 kali per pertandingan di kompetisi domestik.
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos