Efek Kasus Manchester City, Manchester United Mulai Hitung Potensi Kerugian Finansial

Ivan.Mardiansyah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:08 WIB
Manchester United mulai menghitung estimasi kerugian finansial akibat pelanggaran aturan keuangan Manchester City di Liga Inggris.
Manchester United mulai menghitung estimasi kerugian finansial akibat pelanggaran aturan keuangan Manchester City di Liga Inggris.

 

LombokPost - Raksasa Liga Inggris Manchester United dilaporkan mulai mengambil langkah hukum dan finansial terkait dampak kasus pelanggaran aturan keuangan yang menjerat Manchester City. Manajemen tim berjuluk The Red Devils tersebut kini tengah menghitung estimasi potensi kerugian fantastis akibat dominasi berujung sanksi dari tetangga sekota mereka.

Saga kasus finansial The Citizens memang mulai membuka babak baru di luar sanksi administratif atau pengurangan poin. Berdasarkan laporan investigasi The Athletic, sejumlah klub papan atas Premier League, termasuk Manchester United, mulai mempelajari dampak finansial yang merugikan posisi serta pendapatan resmi klub selama beberapa musim terakhir.

Evaluasi mendalam secara khusus dilakukan oleh manajemen Manchester United pada musim-musim di mana posisi akhir Manchester City memberikan dampak langsung terhadap pencapaian mereka. Salah satu yang paling menyakitkan adalah kompetisi musim 2011/2012 saat skuad Setan Merah harus puas finis di posisi runner-up akibat keunggulan selisih gol dramatis sang rival di pekan terakhir.

Baca Juga: Miliarder Dubai Hussain Sajwani Bidik Saham Glazer, Siap Bangun Stadion Megah Manchester United

Kerugian yang jauh lebih nyata di sektor finansial juga terjadi pada musim 2015/2016 saat Manchester United terlempar ke posisi kelima klasemen akhir. Pada saat itu, Manchester City berhak mengamankan tiket bergengsi Liga Champions setelah unggul selisih gol di peringkat keempat, yang otomatis memangkas potensi pendapatan hak siar serta bonus partisipasi Eropa milik tim rival.

Tak berhenti di situ, dominasi berujung masalah hukum tersebut juga berdampak pada perjalanan kompetisi musim 2017/2018 dan 2020/2021. Pada dua periode tersebut, Manchester United terpaksa kembali memupus ambisi meraih gelar juara Liga Inggris setelah secara konsisten mengakhiri musim sebagai runner-up di bawah bayang-bayang kejayaan skuad asuhan Pep Guardiola.

Baca Juga: Erling Haaland Lengkapi Rekor Gila Premier League, Ikuti Jejak Harry Kane Bobol Seluruh Lawan

Persoalan ini menjadi makin menarik karena menyangkut hak kompensasi finansial yang harus ditanggung akibat persaingan yang dinilai tidak setara. Bagi jajaran direksi Manchester United, isu utama kini bukan lagi sekadar bentuk sanksi yang dijatuhkan otoritas liga kepada tetangganya, melainkan ganti rugi atas hilangnya potensi pemasukan klub selama bertahun-tahun.

Kehilangan bonus gelar juara, selisih pembagian uang hak siar posisi klasemen, hingga potensi pendapatan sponsorship di panggung Liga Champions menjadi variabel utama yang tengah dihitung tim legal. Jika gugatan ganti rugi ini secara resmi diajukan, maka dinamika hukum di kasta tertinggi Britania Raya dipastikan bakal makin memanas.

Langkah tegas yang diambil para petinggi Old Trafford ini diperkirakan bakal diikuti oleh sejumlah klub elit Eropa lainnya yang merasa dirugikan. Saga pelanggaran aturan keuangan Manchester City pun kini resmi memasuki babak baru yang berpotensi memicu gelombang tuntutan ganti rugi terbesar dalam sejarah sepak bola modern.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : The Athletic
Berita Sepak Bola Dakwaan Man City Kerugian Finansial manchester city manchester united