Indonesia vs Malaysia: Memahami Arti Derbi Nusantara dan Menjaga Fokus di GBK

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 23:37 WIB
John Herdman (DOK JAWA POS)
John Herdman (DOK JAWA POS)

LombokPost— Tim nasional Indonesia kembali bertemu dengan Malaysia di level senior setelah lima tahun tidak saling berhadapan. Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada 19 Desember 2021 dalam ajang Piala AFF 2020. Saat itu, Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong meraih kemenangan 4-1 atas Malaysia di National Stadium, Singapura.

Kini, duel klasik bertajuk Derbi Nusantara tersebut hadir kembali di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam. Laga ini sekaligus menjadi pengalaman pertama bagi pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, dalam memimpin skuad Garuda menghadapi Harimau Malaya.

Herdman, juru taktik asal Inggris kelahiran Newcastle, tidak asing dengan tensi dan atmosfer persaingan sengit. Wilayah asalnya dikenal memiliki tradisi rivalitas panjang, seperti Tyne-Wear Derby antara Newcastle United dan Sunderland, serta Tyne-Tees Derby melawan Middlesbrough. Saat menukangi Timnas Kanada, Herdman juga terbiasa mengawal duel sarat gengsi menghadapi Amerika Serikat.

Pengalaman tersebut memberi pemahaman mendalam bagi Herdman mengenai besarnya arti sebuah derbi bagi para pendukung. Ia mengaku sudah merasakan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia menjelang laga ini.

”Setiap hari saat sarapan, banyak orang di hotel tempat saya menginap mengatakan hal yang sama kepada saya: Lawan Malaysia, kamu harus menang,” ungkapnya dalam konferensi pers pra-pertandingan.

Meski demikian, pelatih berusia 51 tahun tersebut mengimbau para pemain agar tidak terbeban oleh besarnya ekspektasi publik. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus serta menghormati nilai dari pertandingan itu sendiri.

”Jangan bermain karena tekanan momennya, tetapi hormati pertandingan tersebut,” tegas Herdman.

Mantan pelatih Toronto FC itu juga mengingatkan pentingnya kerja keras di lapangan demi meraih hasil optimal bersama dukungan penuh suporter tuan rumah.

”Jika kami ingin memenangkan derby dengan dukungan para suporter di belakang kami, kami harus memberikan segalanya,” ujar Herdman.

Di sisi lain, Herdman mengantisipasi potensi ancaman dari Malaysia. Skuad Harimau Malaya datang dengan kekuatan tambahan melalui kehadiran sejumlah pemain naturalisasi dan keturunan yang merumput di Johor Darul Ta'zim (JDT), seperti Bergson da Silva (Brasil), Manuel Hidalgo (Argentina), dan Brad Tapp (Australia). Hidalgo bahkan telah mencatatkan debutnya saat Malaysia menghadapi Bangladesh pada 25 September lalu.

”Mereka adalah tim yang bagus. Mereka memasukkan banyak pemain baru ke dalam skuad dan mereka memiliki ancaman nyata,” paparnya.

Di kubu seberang, pelatih interim Malaysia Tan Cheng Hoe menyadari tantangan besar bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung Indonesia di SUGBK. Ia memperkirakan laga akan berjalan dalam tempo dan intensitas tinggi.

Cheng Hoe pun menginstruksikan anak asuhnya untuk menjaga ketenangan mental dan tidak terintimidasi oleh riuhnya atmosfer stadion.

”Kami harus tetap fokus. Kami tahu bermain melawan Indonesia bukan pertandingan yang mudah,” tegasnya.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
Indonesia vs Malaysia