Empat Liga Elite Eropa Kompak Serang Gianni Infantino dan FIFA

Ivan.Mardiansyah • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 19:57 WIB
Empat liga terbesar Eropa kompak serang Gianni Infantino dan FIFA! Tuding terjadi penyalahgunaan kekuasaan terbesar dalam sejarah sepak bola.
DIGOYANG: Empat liga terbesar Eropa kompak serang Gianni Infantino dan FIFA! Tuding terjadi penyalahgunaan kekuasaan terbesar dalam sejarah sepak bola. (ISTIMEWA)

 

LombokPost - Gelombang perlawanan sengit melanda induk organisasi sepak bola dunia (FIFA). Empat kompetisi domestik kasta tertinggi di benua biru—Premier League, La Liga, Serie A, dan Bundesliga—secara mengejutkan menyatukan kekuatan untuk melancarkan kritik keras serta menekan kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Dalam rilis resmi bersama yang mengguncang panggung olahraga global tersebut, keempat liga elite Eropa menuntut adanya perubahan dan reformasi fundamental dalam tata kelola sepak bola internasional. Mereka mendesak FIFA untuk segera menerapkan sistem pengambil keputusan yang jauh lebih transparan, objektif, proporsional, serta mengedepankan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Pernyataan bersama ini menjadi sorotan utama lantaran memuat narasi tajam yang menuding Gianni Infantino telah membawa FIFA ke arah yang keliru. Sang presiden dinilai secara aktif terus mendorong gagasan-gagasan komersial yang dianggap eksploitatif, alih-alih menjalankan peran utamanya untuk melindungi kelestarian ekosistem sepak bola.

Baca Juga: Joao Felix dan Goncalo Ramos Makin Gacor, Saatnya Cristiano Ronaldo Lebih Sering Duduk di Bench

"Sepak bola telah menderita salah satu bentuk penyalahgunaan kekuasaan terbesar dalam sejarah FIFA," bunyi petikan kalimat paling menohok dari pernyataan bersama empat liga besar tersebut.

Kritik tajam dari gabungan otoritas liga elit ini menjadi perselisihan paling terbuka dan keras yang pernah terjadi dalam sejarah hubungan antara liga-liga Eropa dan rezim kepemimpinan FIFA. Konflik memuncak ini merupakan muara dari ketegangan panjang terkait padatnya kalender kompetisi serta komersialisasi turnamen yang dinilai makin tidak terkendali.

Perselisihan ini makin memanas berdasar pada dinamika kontroversial seputar rencana peluncuran proyek FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui FFE, Infantino sebelumnya berencana menggandeng investor swasta ke dalam struktur komersial FIFA yang mencakup hak komersial berbagai turnamen bergengsi, termasuk ajang piala dunia.
Baca Juga: Bentuk Protes untuk Gaza, Timnas Irlandia Kompak Lakukan Ini Di Hadapan Timnas Israel

Rancangan mega-proyek tersebut sejatinya diproyeksikan bakal menyuntikkan dana segar sebesar US$4,2 miliar (sekitar Rp68 triliun) dari pihak swasta. Namun, karena gelombang penolakan keras dan masif dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola—termasuk kluster liga elite Eropa—FIFA akhirnya dipaksa bertekuk lutut dan resmi membatalkan proyek ambisius tersebut pada Juli 2026 lalu.

Meski proyek FFE telah dibatalkan, dorongan untuk melakukan pembenahan total di tubuh FIFA tidak lantas mereda. Empat liga terbesar Eropa menegaskan bahwa tindakan tegas dan pengawasan ketat akan terus dilakukan demi mencegah lahirnya kebijakan-kebijakan sepihak yang merugikan klub, pemain, dan kompetisi domestik di masa mendatang.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Reuters
la liga gianni infantino premier league serie a FIFA