LombokPost-Juventus berencana meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan penambahan modal hingga EUR 250 juta atau sekitar Rp 5 triliun. Langkah itu disiapkan setelah klub memperkirakan kembali mengalami kerugian pada tahun fiskal berjalan.
Dilansir dari Reuters, Juventus akan meminta pemegang saham memberikan wewenang kepada dewan direksi untuk menerbitkan saham baru dalam satu atau beberapa tahap hingga akhir 2026.
Penambahan modal ditujukan untuk memperkuat basis ekuitas sekaligus menjaga daya saing Juventus di sektor olahraga. Dana tambahan juga akan digunakan untuk mendukung kemungkinan peningkatan aset real estat strategis, termasuk stadion klub di Turin.
Juventus menyebut aksi korporasi itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan keberlanjutan finansial dalam jangka panjang.
Pemegang saham mayoritas Juventus, Exor, dipastikan mendukung rencana itu. Perusahaan induk milik keluarga Agnelli tersebut dikabarkan akan langsung menyuntikkan dana EUR 60 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun.
Baca Juga: Arsenal Resmi Amankan Winger Muda Georgia Andria Bartishvili, Kalahkan Liverpool dan Juventus
Exor saat ini menguasai sekitar 65 persen saham Juventus.
Rencana penambahan modal diumumkan bersamaan dengan laporan keuangan Juventus untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2026. Klub mencatat kerugian EUR 66 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.
Kerugian itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai EUR 58,1 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun.
Kondisi keuangan Juventus diperkirakan belum sepenuhnya pulih dalam waktu dekat. Klub masih memperkirakan kerugian pada tahun fiskal berjalan setelah gagal lolos ke Liga Champions UEFA musim ini.
Meski demikian, Juventus memperkirakan kondisi keuangan akan membaik secara bertahap dalam dua tahun berikutnya.
Kegagalan tampil di Liga Champions menjadi salah satu tantangan finansial karena kompetisi itu memberikan pemasukan besar kepada klub-klub Eropa melalui hadiah kompetisi, hak siar, serta pendapatan pertandingan.
Kondisi keuangan Juventus dalam beberapa tahun terakhir juga membuat klub membutuhkan tambahan modal secara berulang.
Para investor telah menyuntikkan sekitar EUR 1 miliar atau sekitar Rp 20 triliun ke Juventus dalam tujuh tahun terakhir. Namun, klub belum mampu membukukan keuntungan tahunan sejak musim 2016/2017.
Rencana penambahan modal hingga EUR 250 juta atau sekitar Rp 5 triliun menjadi langkah terbaru Juventus untuk memperkuat neraca keuangan sekaligus mendukung kebutuhan klub di luar lapangan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com