LombokPost - Keputusan radikal yang diambil Timnas Portugal seusai perselisihan antara Cristiano Ronaldo dan pelatih Jorge Jesus memicu gelombang kritik keras dari berbagai pihak. Legenda sepak bola Patrice Evra menjadi salah satu sosok yang paling lantang menyuarakan kekecewaannya terhadap sikap federasi. Mantan bek kiri Manchester United tersebut menilai tindakan memberikan nomor keramat tersebut kepada Rafael Leao merupakan bentuk ketidakhormatan yang sangat nyata terhadap sosok yang telah mengubah sejarah sepak bola negara tersebut.
Mantan rekan setim Cristiano Ronaldo itu mengaku sangat terkejut melihat betapa cepatnya nomor 7 diberikan kepada sosok Rafael Leao. Proses pengalihan nomor punggung yang berlangsung sangat singkat itu dianggap melecehkan legacy besar yang sudah dibangun Cristiano Ronaldo selama puluhan tahun berseragam Selecao das Quinas.
Bagi Patrice Evra, kontribusi luar biasa dari pemain berjuluk CR7 itu tidak pantas dibalas dengan perlakuan yang terkesan terburu-buru dan tidak menghargai sejarah panjang sang megabintang.
Baca Juga: Joao Felix dan Goncalo Ramos Makin Gacor, Saatnya Cristiano Ronaldo Lebih Sering Duduk di Bench
Kecaman keras Patrice Evra ini muncul tidak lama setelah mencuatnya konflik internal yang melibatkan Cristiano Ronaldo dengan sang pelatih anyar Timnas Portugal, Jorge Jesus. Keputusan cepat memberikan jersey nomor 7 kepada Rafael Leao dinilai sebagai langkah sengaja untuk menghapus jejak emosional Cristiano Ronaldo dari skuad utama. Situasi panas di dalam tubuh Timnas Portugal ini pun mendadak menjadi sorotan utama pecinta sepak bola internasional yang terkejut dengan dinamika internal tim tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Patrice Evra menegaskan bahwa angka 7 bukan sekadar angka biasa bagi publik bola dunia maupun pendukung Timnas Portugal. Selama bertahun-tahun, kombinasi nomor 7 dan nama Cristiano Ronaldo telah menginspirasi jutaan penggemar serta mengangkat derajat sepak bola Portugal ke panggung tertinggi dunia. Pemberian nomor tersebut kepada Rafael Leao dianggap sebagai tindakan yang mengabaikan sejarah besar yang pernah diukir sang kapten legendaris.
Secara tegas Patrice Evra menyatakan bahwa sosok Cristiano Ronaldo adalah figur utama yang berhasil membawa Timnas Portugal meraih tiga trofi prestisius sepanjang sejarah. Tanpa dedikasi tinggi dari seorang Cristiano Ronaldo, posisi Timnas Portugal mungkin tidak akan diperhitungkan seperti sekarang. Mantan bek tangguh itu mengingatkan bahwa ada etika dan norma penghormatan yang seharusnya tetap dijaga oleh federasi serta pelatih Jorge Jesus terhadap ikon terbesar sepak bola mereka.
Baca Juga: Urung Pensiun dari Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo: Saya Masih Sanggup
Tidak hanya mengkritik kebijakan nomor punggung Rafael Leao, Patrice Evra juga melontarkan peringatan tajam terkait masa depan pelatih Jorge Jesus di kursi kepelatihan Timnas Portugal. Pria asal Prancis tersebut meyakini bahwa tindakan tidak menghormati sosok legendaris seperti Cristiano Ronaldo akan membawa dampak buruk bagi perjalanan karier pelatih itu sendiri. Ia memprediksi bahwa nasib buruk bisa saja segera menghampiri skuad Portugal jika keharmonisan dan rasa hormat di dalam tim terus diabaikan.
Guna memperkuat argumentasinya, Patrice Evra membandingkan situasi panas di Timnas Portugal ini dengan nasib tragis yang dialami Erik ten Hag sewaktu menangani Cristiano Ronaldo di Manchester United. Menurut pandangannya, perselisihan dengan sosok Cristiano Ronaldo menjadi awal dari kehancuran karier kepelatihan Erik ten Hag yang berujung pada pemecatan beruntun, baik saat berada di Old Trafford maupun ketika mencoba bangkit bersama Bayer Leverkusen.
Situasi panas mengenai pergeseran nomor 7 dari Cristiano Ronaldo ke Rafael Leao ini dipastikan bakal terus bergulir hangat di panggung sepak bola internasional. Publik kini menantikan bagaimana respons lanjutan dari pihak federasi Timnas Portugal serta pelatih Jorge Jesus dalam menghadapi kritik pedas dari Patrice Evra. Semua mata pecinta bola kini tertuju pada dinamika internal skuad Portugal dalam menghadapi laga-laga krusial mendatang.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : TalkSport