LombokPost - Kisah Francesco Camarda, bocah ajaib yang dua tahun lalu membuat publik San Siro berdiri, kini masuk babak paling pelik dalam kariernya bersama AC Milan
Di usia 17 tahun, dengan kontrak baru sampai 2031 dan cap pemain masa depan di pundaknya, Francesco Camarda justru menghilang.
Bukan karena cedera lagi, tapi karena menit bermain yang tak kunjung datang, AC Milan lebih percaya Goncalo Ramos.
Baca Juga: Marc Marquez Hadapi "Kutukan" Sirkuit Mandalika, Sudah Jatuh Delapan Kali di Tanah Lombok
Data itu jelas terpampang, enam laga resmi pertama AC Milan musim 2026/2027, Francesco Camarda hanya dapat waktu bermain 8 menit.
Yakni 5 menit saat AC Milan melawan Lazio, 3 menit lawan Lecce, klub yang musim lalu justru jadi tempat ia menimba ilmu.
Terlalu sedikit untuk seorang yang diproyeksikan jadi pelapis utama Goncalo Ramos, striker € 70 juta yang dibeli AC Milan dari PSG yang juga sedang seret gol.
Baca Juga: Emil Audero, Bajang Mentaram atau Pagah Praya: Lahir di Mataram, Darahnya Praya, Hatinya Lombok
Padahal musim panas lalu AC Milan mengambil keputusan besar, pelatih Ruben Amorim sendiri yang pasang badan.
"Tidak usah beli striker lagi, saya punya Francesco Camarda," ujar pelatih AC Milan Francesco Camarda.
Manajemen pun menahan semua tawaran pinjaman dari Parma dan Monza, lalu AC Milan mengikatnya dengan perpanjangan kontrak jangka panjang.
Baca Juga: Mandalika Memanggil, Pembalap MotoGP "Menari-nari" di Tanah Sasak Lombok
Performa Francesco Camarda tidak bisa dilepaskan dari operasi bahu yang ia jalani musim lalu.
Ia kembali terlalu cepat, dan ritmenya hilang, AC Milan mencoba melindunginya, tapi melindunginya terlalu lama justru membuatnya beku.
Puncaknya terjadi di jeda internasional ini, di Timnas Italia U21, yang seharusnya jadi panggung pembuktian, Francesco Camarda justru jadi penonton di timnya sendiri.
Baca Juga: Laga Internasional Usai, Sejumlah Pemain AC Milan Kembali dalam Keadaan Cedera
Saat Italia U21 menang atas Polandia, pelatih lebih memilih pemain muda AC Milan lainnya Alphadjo Cisse sebagai starter.
Saat lawan Armenia di Yerevan, Francesco Camarda memang main 90 menit penuh, tapi statistiknya pahit: 3 tembakan, hanya 1 on target, 1 big chance terbuang, 31 sentuhan bola saja.
Tuttosport memberi nilai 6, patut dipuji kemauannya, tapi tak ada gol.
Baca Juga: Terpinggirkan di Real Madrid, AC Milan Siapkan Tempat Khusus untuk Endrick
Rekan setimnya di AC Milan, Mario Gila mengeluarkan pernyataan yang membelanya.
"Francesco Camarda itu seperti adik kecil saya. Dia itu permata, AC Milan harus sabar. Dia punya potensi besar, tapi dia harus merasa penting dan dapat menit. Dia bisa jadi pemain untuk AC Milan, tapi tergantung dia juga," ujar Mario Gila.
Di internal Casa Milan, ada hukum tidak tertulis musim ini: pemain Primavera harus divalorisasi dan Francesco Camarda dan Christian Comotto adalah proyeknya.
Baca Juga: Fenerbahce Goda Christian Pulisic, AC Milan Pasang Badan
Tapi Ruben Amorim juga realistis, dia sudah bilang ke manajemen, ia akan evaluasi semua pemain AC Milan sampai Januari.
Jika situasinya tidak berubah, skenario pinjaman mulai nyata, pinjaman kering 6 bulan di Januari adalah opsi paling masuk akal.
Peminatnya sudah antre, Monza yang dulu meminjamnya 18 bulan masih mau, Parma yang butuh striker muda juga siap, bahkan ada bisikan dari Chelsea yang memantau, juga Lecce, Pisa, Udinese semua pernah masuk daftar.
Baca Juga: AC Milan Tetap Jaga Asa Dapatkan Bintang Muda Real Madrid Endrick
Tapi masih ada peluang, mulai pekan depan, setelah jeda internasional AC Milan akan main tiap tiga hari sekali.
Ada Serie A, Coppa Italia, dan Europa League, ini momen yang dijanjikan Ruben Amorim untuk rotasi besar di tubuh AC Milan.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post