Rencana kepindahan penyerang tim nasional Amerika Serikat (USMNT) berusia 25 tahun itu ke Merseyside bernilai £40 juta. Namun, proses transfer mendadak batal di hari terakhir setelah Balogun mengubah keputusannya.
Sumber yang dekat dengan sang pemain mengungkapkan bahwa Balogun merasa kurang nyaman dengan prosedur tes medis serta dinamika negosiasi tingkat lanjut yang dijalankan oleh manajemen Everton, sehingga memilih untuk tidak melanjutkan proses kepindahan.
Kendati demikian, opsi untuk menjajal kembali atmosfer sepak bola Inggris tetap berada dalam jangkauan radar Balogun.
"Ya, ada kemungkinan saya bisa kembali ke Inggris," ujar Balogun.
"Dunia sepak bola penuh dengan dinamika tak terduga, seperti yang kita lihat setelah Piala Dunia," lanjut mantan pemain binaan akademi Arsenal tersebut.
"Saya sempat hampir pindah—meskipun akhirnya tidak jadi—namun hal itu jelas merupakan salah satu opsi."
Peluang kepindahan Balogun kian terbuka lebar setelah CEO AS Monaco, Thiago Scuro, mengisyaratkan kesiapan klub Ligue 1 tersebut untuk mendengarkan penawaran dan melepas sang penyerang pada bursa transfer Januari mendatang.
Dengan sinyal hijau dari manajemen Monaco serta ketertarikan personal sang pemain, rumor kepindahan Balogun ke sejumlah klub kasta tertinggi Liga Inggris diprediksi kembali memanas pada jendela transfer musim dingin.