Masalah Teknis Jadi PR yang Harus Diselesaikan AC Milan

Prihadi Zoldic • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:27 WIB
GAGAL MENANG: Skuad AC Milan saat bertandang ke markas Sassuolo dengan hasil akhir imbang 1-1. (Ist/LombokPost)
GAGAL MENANG: Skuad AC Milan saat bertandang ke markas Sassuolo dengan hasil akhir imbang 1-1. (Ist/LombokPost)

 

LombokPost - Adrien Rabiot blak-blakan soal penyakit lama AC Milan usai hasil imbang melawan Sassuolo.

Bukan hanya soal taktik, tapi soal mentalitas para pemain AC Milan usai mencetak gol.

"Setelah gol saya, kami terlalu banyak mundur ke belakang, dan Sassuolo menciptakan dua peluang yang berhasil digagalkan Mike Maignan sebelum akhirnya mereka mencetak gol. Kami perlu membenahi mentalitas kami dan berhenti kehilangan poin," ujar gelandang AC Milan Adrien Rabiot.

Baca Juga: Bagi Adrien Rabiot, AC Milan Tidak Mencuri 1 Poin, tapi Kehilangan 2 Poin

Gelandang asal Prancis itu juga menyinggung instruksi Ruben Amorim yang belum berjalan di sepertiga akhir penyerangan AC Milan. 

"Pelatih ingin lebih banyak pemain masuk ke kotak penalti, para gelandang dituntut untuk bergerak maju, dan wingback harus ikut membantu serangan. Kami sering menguasai bola, namun tidak cukup banyak menciptakan peluang berbahaya," kata pencetak gol bagi AC Milan. 

Pernyataan Adrien Rabiot mencerminkan masalah yang lebih luas, masalah AC Milan bukan terletak pada kurangnya penguasaan bola, melainkan pada kurangnya pergerakan yang padu serta efektivitas di sepertiga akhir lapangan. 

Baca Juga: Ruben Amorim Siapkan Banyak Posisi untuk Sayap Andalan AC Milan Diego Moreira

Sorotan tajam juga mengarah ke Ruben Amorim yang kini menghadapi kultur baru, tantangannya bukan hanya adaptasi, tapi kualitas teknis skuad yang dinilai menjadi masalah mendasar AC Milan. 

GAYA BERMAIN: Pelatih AC Milan Ruben Amorim dengan gambaran taktik pilihannya. (Istimewa)
GAYA BERMAIN: Pelatih AC Milan Ruben Amorim dengan gambaran taktik pilihannya. (Istimewa)

 

Kualitas operan 1-2 AC Milan masih mudah di-press tanpa opsi ketiga, operan pendek antarlini kerap salah, mudah dibaca dan terpotong.

Crossing masih acak-acakan, penempatan posisi menjemukan dan gampang terbaca lawan, seperti saat berhadapan dengan Sassuolo yang berakhir imbang 1-1.

Baca Juga: Jelang Sassuolo vs AC Milan, Ruben Amorim Sebut Rata-rata Dua Gol AC Belum Cukup

Ruben Amorim sendiri mengakui ada kesalahan-kesalahan itu pasca laga Sassuolo vs AC Milan.

Namun mengakui saja tidak cukup, meningkatkan kualitas teknis adalah PR yang tak bisa diselesaikan Stefano Pioli selama 5 tahun, juga Pablo Fonseca, Sergio Conceicao, hingga Massimiliano  Allegri.

Respons pemain setelah mencetak gol juga jadi penyakit lama AC Milan, tempo langsung turun, kewaspadaan hilang, pressing nyaris tidak ada.

AKRAB: Suasana latihan para pemain AC Milan. (Ist/LombokPost)
AKRAB: Suasana latihan para pemain AC Milan. (Ist/LombokPost)

 

Baca Juga: Hadapi Sassuolo, AC Milan Siapkan Formasi Baru yang Tak Biasa

Ruben Amorim pernah menyebut juara adalah tujuan utama, tapi ada proses dan tahapan menuju ke sana.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
sassuolo Ruben Amorim adrien rabiot ac milan