LombokPost - Menurut La Gazzetta dello Sport, AC Milan berhasil mencetak gol setelah kembali ke skema yang mereka gunakan di awal musim.
Di babak pertama, AC Milan bermain dengan formasi 4-4-2, lalu beralih ke 3-4-2-1 setelah turun minum.
Perubahan ini membawa AC Milan kembali ke sistem awal yang lebih mereka kenak, dan kemudian berhasil mencetak satu gol saat menghadapi Sassuolo.
Baca Juga: Masalah Teknis Jadi PR yang Harus Diselesaikan AC Milan
Tapi, dalam formasi itu juga AC Milan kebobolan, dan laga kontra Sassuolo berakhir imbang 1-1.
Ada sejumlah analisa mengapa formasi 3-4-2-1 tampak lebih cocok bagi AC Milan dalam hal penyerangan.
Pertama, tentu saja pemain sudah lebih mengerti pakem ini, dan pola tersebut membuat pemain AC Milan lebih banyak di depan.
Baca Juga: Bagi Adrien Rabiot, AC Milan Tidak Mencuri 1 Poin, tapi Kehilangan 2 Poin
Ada tiga pemain di depan, dengan perincian dua pemain di belakang striker tunggal dalam skema 3-4-2-1 AC Milan.
Tapi skema ini juga membuat AC Milan lebih rapuh, karena menyisakan tiga bek berjuang menghadapi gempuran pemain Sassuolo.
Terkait hasil yang diraih, bek AC Milan Koni De Winter berbicara kepada TeleLombardia.
Baca Juga: Ruben Amorim Siapkan Banyak Posisi untuk Sayap Andalan AC Milan Diego Moreira
"Kami kecewa karena kami kehilangan poin. Kami berusaha memenangkan setiap pertandingan, dan itulah sumber kekecewaan kami," ujarnya.
Dia menegaskan, para pemain AC Milan sudah memberikan segalanya, dan mereka akan belajar dari pertandingan ini dan fokus pada pertandingan berikutnya.
Baginya musim masih panjang, dan masih ada banyak pertandingan tersisa, sehingga skuad AC Milan harus terus bekerja seperti yang telah mereka lakukan.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post