Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Omicron Paksa Tiga Madrasah di Kota Bima Belajar Daring

Galih Mps • Rabu, 16 Februari 2022 | 17:26 WIB
MASIH BERAKTIVITAS: Sejumlah siswa terlihat melintas di halaman depan MIN Tolobali, Kota Bima, kemarin (15/2). (Juliadin/Radar Tambora)
MASIH BERAKTIVITAS: Sejumlah siswa terlihat melintas di halaman depan MIN Tolobali, Kota Bima, kemarin (15/2). (Juliadin/Radar Tambora)

KOTA BIMA-Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima mengalihkan tiga madrasah untuk belajar Dalam Jaringan (Daring). Kebijakan itu diambil menyusul banyak siswa di MAN 1 Kota Bima , MTsN 2 Kota Bima, dan MIN Tolobali menderita gejala demam dan batuk. Kemenag khawatir siswa terjangkit covid-19 varian omicron.


Dari jumlah siswa tiga madrasah itu 4.360 orang, sekitar 10 persen mengalami demam, batuk,dan satu orang siswa MIN Tolobali terkonfirmasi positif Covid-19.


Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Bima H Furkan A Roka mengatakan, berkaca pada lonjakan demam saat ini, dikhawatirkan bagian dari gejala varian baru, omicron Covid-19. "Kita khawatir yang dirasakan sebagian siswa di tiga madrasah itu mengarah ke gejala omicron," katanya, kemarin (15/2).


Mengantisipasi penularan varian baru Covid-19 pada tiga lembaga pendidikan itu, belajar Daring diterapkan mulai kemairn hingga Sabtu (19/2). "Kami tidak mau ambil resiko, sehingga diputusan sementara siswa tiga madrasah tersebut belajar Daring,’’ terangnya.


Jika sampai akhir pekan ini tidak ada penambahan peserta didik dengan gejala serupa. Pihaknya akan kembali terapkan Pelajaran Tatap Muka (PTM) normal seperti sebelumnya.


"Kalau madrasah lain masih belajar tatap muka normal. Kerena belum ada yang terserang demam dan batuk," pungkasnya.


Sementara, MIN Tolobali Kota Bima mengaku memberlakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring penuh mulai kemarin. Keputusan itu diambil karena satu siswa terpapar Covid-19,  tertular dari ibunya yang bekerja sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes).


Belajar online akan berlangsung sampai situasi di MIN Tolobali kembali normal. "Bahkan dua hari terakhir, sebagian siswa dan guru absen karena alami gejala demam," ungkap Kepala MIN Tolobali Kota Bima Edi Amrin.


Pantauan media ini, pernyataan Kepala MIN Tolobali berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Mengaku KBM Daring penuh, namun yang terpantau justeru banyak siswa yang berkeliaran di lingkungan madrasah


Mereka terlihat duduk di gezebo dan tempat parkir. Sebagian lain sedang melintas di depan pagar sekolah setempat. (jul/r8)

Editor : Galih Mps
#Covid-19 #Bima #Dompu