Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Implementasi Zero Waste di Bima, Siswa Sulap Sampah Jadi Ecobrik

Galih Mps • Kamis, 24 Februari 2022 | 22:16 WIB
INI BUKTINYA: Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (kanan) dan Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri (tengah) meninjau implementasi program Zero Waste di SMAN 1 Palibelo, Kabupaten Bima, kemarin (23/2). (Istimewa/Lombok Post)
INI BUKTINYA: Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (kanan) dan Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri (tengah) meninjau implementasi program Zero Waste di SMAN 1 Palibelo, Kabupaten Bima, kemarin (23/2). (Istimewa/Lombok Post)

BIMA-Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah meninjau implementasi program zero waste di SMAN 1 Palibelo, Kabupaten Bima, Rabu (23/2). Para siswa-siswi dan guru mampu memanfaatkan botol bekas atau gelas plastik dari rumah atau lingkungan untuk dikelola menjadi ecobrik di sekolah.


"Apa yang telah dilakukan siswa-siswi SMAN 1 Palibelo sudah luar biasa," puji Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah.


Menurutnya, bila disadari, sampah itu sesuatu yang membawa berkah jika mampu dikelola dengan baik. Buktinya, para siswa ini mampu membuat nama taman sekolah dari botol bekas, membuat bunga matahari yang cantik dan indah dan produksi dari limbah botol plastik lainnya.  "Ini luar biasa," ucap politisi NasDem ini.


Wagub berharap ke depannya pihak sekolah dapat menghubungkan pengelolaan zero waste dengan bank sampah yang telah ada di Kabupaten Bima. "Sehingga siswa bisa membuka tabungannya, lumayan hasilnya," pesan mantan ketua DPRD Kabupaten Lotim ini.


Kepala SMA 1 Palibelo Hj Erot Sutianah merasa bangga dan mengapresiasi kunjungan kerja Wagub ke SMAN 1 Palibelo.


"Kunker Ibu Wagub ingin melihat langsung pengelolaan zero waste di sekolah kami dan memantau pelaksanaan vaksin," katanya.


Untuk mendukung program Zero Waste, sambungnya, melalui ekstrakurikuler peduli lingkungan, pihak sekolah mengelola limbah sampah dari botol air minum kemasan. "Ada limbah botol yang ukuran kecil, sedang maupun yang besar," jelasnya.


Pihak sekolah juga mewajibkan 557 siswanya untuk mengumpulkan botol kemasan ataupun botol minuman gelas sejak tahun 2020. Dari hasil produksi siswa dengan kreativitasnya menghasilkan meja, kursi, papan nama taman, gerbang bunga, semuanya terbuat dari botol kemasan dan gelas plastik.


"Sehingga sekolah kami sudah dipenuhi spot foto yang membuat siswa betah di sekolah," tutupnya. (ewi/r8)

Editor : Galih Mps
#wagub ntb #Bima