BIMA-Jembatan putus yang berada di Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima yang putus diterjang banjir bandang 2021 lalu belum juga diperbaiki. Padahal Gubernur Dr. Zulkieflimansyah telah berjanji akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar pada APBD TA 2022 untuk membangun kembali jembatan rusak tersebut.
Hingga kini, jembatan tersebut masih dibiarkan terbengkalai. Bahkan sudah dua warga Kota Bima yang mengalami nasib nahas dan mengalami musibah kecelakaan tragis akibat terjatuh di dalam kubangan besar jembatan putus.
Wakil Ketua I DPRD NTB H Mori Hanafi mengaku ikut prihatin dengan musibah yang dialami warga Kota Bima akibat terjatuh dalam kubangan lubang besar jembatan putus tersebut.
"Terus terang kami turut prihatin dengan adanya musibah yang dialami oleh warga Kota Bima tersebut. Kami berharap agar Pemprov dapat memberikan santunan bagi korban sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah untuk meringankan beban yang dialami korban," katanya, jumat (27/5).
Menurutnya, anggaran untuk memperbaiki jembatan provinsi yang berada di Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima sudah dialokasi untuk tahun anggaran 2022 yakni sebesar Rp 3,5 miliar. Hanya saja, menurutnya, karena pemprov mengalami kekurangan anggaran tahun ini, maka alokasi anggaran tersebut mengalami pergeseran akibat refocusing anggaran.
"Semua anggaran bencana sudah mengalami pergeseran atau mengalami refocusing sekitar Rp 30 miliar. Termasuk alokasi anggaran untuk pembangunan kembali Jembatan Putus yang berada di Jatibaru Timur tersebut," terang pria yang dikenal energik ini.
Mori mengaku, sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Pemprov NTB untuk mengalokasikan kembali alokasi anggaran untuk pembangunan kembali Jembatan Jatibaru Timur tersebut pada APBD Perubahan nanti.
"Karena kondisinya yang darurat dan mendesak, maka sangat penting bagi Pemprov untuk mengalokasikannya kembali dalam APBD Perubahan nanti. Insya Allah, pada APBD Perubahan nanti, kita akan mendorong pemerintah untuk menganggarkan kembali alokasi anggaran untuk pembangunan kembali Jembatan Provinsi yang terputus tersebut," tegas politisi Gerindra ini.
Guna mengantisipasi terjadinya kejadian yang sama, pihaknya menyarankan kepada dinas terkait untuk memasang lebih banyak lagi rambu-rambu peringatan yang cukup besar agar masyarakat tidak bisa lagi melewati ruas jalan menuju jembatan putus tersebut.
"Jadi rambu-rambu larangan untuk melewati ruas jembatan putus itu tidak hanya satu saja yang dipasang, tapi harus diperbanyak lagi dan diperbesar lagi agar masyarakat tidak lagi melewati ruas jembatan putus tersebut. Bila perlu di ruas yang rusak itu perlu ditambahkan penghalang seperti batu atau yang lainnya agar bisa memblok warga melewati ruas jembatan yang rusak tersebut," pungkas Mori. (ewi/r8)
Editor : Galih Mps