DOMPU-Pemkab Dompu terus berupaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Salah satu dengan mengandalkan sektor pertanian lewat program unggulan Jarapasaka (Jagung, Porang, Padi, Sapi, dan Ikan).
Program itu telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan akan menjadi landasan dan pedoman lima tahun ke depan.
”Membangun daerah tidak hanya berhenti satu program unggulan semata. Harus bisa melahirkan ide dan pikiran-pikiran yang inovatif lainya untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. Sehingga bisa keluar dari kemiskinan ekstremm” kata Wakil Bupati Dompu Syahrul Parsan, beberapa hari lalu.
Menurut wabup, strategi mempermudah aset dan akses produksi lahan garapan menjadi salah satu variabel untuk mengantisipasi masyarakat miskin ekstrem. ”Tapi ada tantangannya, yakni status legalisasi tanah yang masuk dalam wilayah atau zona kawasan hutan. Ini yang harus dapat diselesaikan,” ungkap dia.
Bila persoalan lahan dapat diuraikan dengan baik, lanjut Syahrul, maka pembangunan daerah di sektor pertanian, khususnya tanaman jagung akan menjadi sektor yang semakin mumpuni. Terutama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sehingga kemiskinan ekstrem dapat terselesaikan.
”Sektor pertanian menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi daerah kita dari ancaman krisis global dan misi penyelamatan masyarakat kita dari kemiskinan ekstrem,” tegasnya.
Dalam mengurai potensi konflik di bidang pertanahan, semua elemen pemerintah diminta untuk terus bersinergi. Menyelaraskan semua potensi yang dimiliki demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala BPN Dompu Nyoman Pharbawa menjelaskan, berdasarkan kelompok Gugus Tugas Reforma Agraria 2023, fokus lahan untuk dilegalkan telah ditetapkan. Yakni Desa Jambu Kecamatan Pajo, Desa Katua Kecamatan Dompu, Daerah Transmigrasi di Kecamatan Manggelewa, dan Desa Soritatanga dan Doro Peti.
”Dalam mengurai ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah sangat dibutuhkan kolaborasi antar instansi sesuai tujuan reforma agraria. Sehingga menciptakan keadilan. Kita semua harus optimis penanganan sengketa dan konflik lahan di Dompu bisa diselesaikan,” katanya. (jlo/r8)
Editor : Galih Mps