Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Insiden Tewasnya Joki Cilik, Arena Pacuan Kuda Panda Ditutup Sementara

Galih Mps • Jumat, 18 Agustus 2023 | 22:00 WIB
ADU CEPAT: Para joki cilik saat menunggang kuda pacuan pada perlombaan di Arena Pacuan Kuda, Desa Panda, Kabupaten Bima, belum lama ini.(Facebook Pesona Bimaku)
ADU CEPAT: Para joki cilik saat menunggang kuda pacuan pada perlombaan di Arena Pacuan Kuda, Desa Panda, Kabupaten Bima, belum lama ini.(Facebook Pesona Bimaku)
BIMA-Pordasi Kabupaten Bima menutup sementara arena pacuan kuda Panda di Kecamatan Palibelo. Langkah ini menyikapi insiden tewasnya joki cilik.


"Kita sudah koordinasi dengan Polres Bima agar menutup sementara waktu arena pacuan kuda," ucap Ketua Pordasi Kabupaten Bima Irfan, kemarin.


Irfan menyampaikan bela sungkawa atas kecelakaan yang menewaskan AB, 9 tahun, warga Kota Bima. Dia mengatakan, penutupan sementara arena pacuan dilakukan menyikapi insiden joki cilik. "Penutupan ini sampai dengan waktu yang belum ditetapkan," jelasnya.


Camat Woha itu menjelaskan, kecelakaan tersebut saat ajang latihan rutinitas yang dilakukan para pecinta pacuan.B"Latihan ini bukan dalam rangka mempersiapkan event tertentu, tetapi murni rutinitas biasa para pencinta pacuan," ujarnya.


Kaitan kritikan LPA soal Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak dikenakan korban saat insiden terjadi, dia tidak menyangkal hal itu. Penggunaan APD terhadap para joki, sambung dia, telah diimbau agar diutamakan baik saat dalam sesi latihan dan terlebih saat pergelaran even resmi.


"APD ini harganya cukup mahal, dan hanya beberapa joki saja yang memilikinya. Pordasi punya APD untuk dipinjam oleh para joki," ungkapnya.


Terkait sisi eksploitasi anak sebagai joki cilik, menurut Irfan, sering diperdebatkan antara Pordasi dengan LPA. "Ada dua sudut pandang berbeda. LPA melihatnya dari sisi eksploitasi anak, sementara Pordasi melihatnya dari sisi budaya yang sudah diakui sebagai warisan nasional," timpalnya.


Diketahui, kecelakaan di arena pacuan kuda Panda menewaskan joki cilik AB. Dia dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUD Bima setelah terjatuh saat training care di arena pacuan kuda Desa Panda, Palibelo, Minggu (13/8).


Insiden terjatuhnya joki cilik tersebut terjadi beberapa saat setelah kuda dilepas dari lintasan arena pacuan. Kuda baru dilepas dari lintasan arena pacuan. Jaraknya kira-kira baru 10 meter lari, jokinya jatuh.


Korban mengikuti Training Race Ketiga, di mana pada saat pelaksanaannya ketika kuda mulai dilepas dan sekitar 10 meter dari Box Star terjadi saling pepet dengan kuda lain.


Korban tidak bisa mengendalikan kuda yang ditunggangi olehnya kemudian terjatuh dengan posisi kepala terbentur ke tanah. Saat posisi terjatuh di tanah korban mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. (man/r8)
Editor : Galih Mps
#Bima