Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keunikan TPS di Kecamatan Bolo Bima, Dihias Mirip Pelaminan Hingga Petugas Berseragam SMA

Galih Mega Putra S • Kamis, 15 Februari 2024 | 15:26 WIB
UNIK: Salah satu TPS di Desa Rasabou menampilkan konsep pernikahan untuk menggaet pemilih menggunakan hak pilihnya. (FIRMAN/LOMBOK POST)
UNIK: Salah satu TPS di Desa Rasabou menampilkan konsep pernikahan untuk menggaet pemilih menggunakan hak pilihnya. (FIRMAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Ada saja kreasi petugas KPPS di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo.

Mereka mendesain tempat pemungutan suara (TPS) mirip pelaminan hingga petugas mengenakan seragam SMA.

Hal itu dilakukan bagian dari upaya untuk menarik minat pemilih untuk mendatangi TPS dan menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2024.

Pantauan di lokasi, para petugas membangun TPS menyerupai tenda pernikahan pengantin, lengkap dengan pakaian adat.

Ketujuh anggota KPPS kompak mengenakan batik warna ungu dan memakai sarung tenun khas Bima dengan cara dililit pada bagian pinggang.

Yang tidak kalah menariknya lagi, lima anggota KPPS pria juga kompak mengenakan ikat kepala dari bahan yang dibuat menggunakan kain tenun, bernama Sambolo.

Kepala Desa Rasabou, Suaidin mengatakan ada 14 TPS di desa setempat.

Dua di antaranya sengaja dikemas anggota KPPS berbeda untuk menarik minat warga agar menyalurkan hak pilihnya.

Kedua TPS itu yakni TPS 07 dibangun seperti tenda pernikahan pengantin dan di TPS 02 anggota KPPS mengenakan seragam SMA.

TAMPIL BEDA: Petugas KPPS di TPS 02 mengenakan seragam SMA selama bertugas, kemarin (14/2).
TAMPIL BEDA: Petugas KPPS di TPS 02 mengenakan seragam SMA selama bertugas, kemarin (14/2).

”Inisiasi dari anggota KPPS sendiri, saya juga kaget saat lihat sepintas tadi malam. Saya kira tenda untuk pernikahan,” imbuhnya.

Menurut dia, tingkat keramaian dua TPS tersebut berbeda dari 12 TPS lainnya.

Bahkan tidak sedikit pemilih yang dari TPS lain datang berkunjung sekedar melihat dan selfie background TPS tersebut.

”Ramai sekali yang datang foto-foto, terutama para pemilih pemula dan usia muda. Mungkin dianggap unik, mereka datang foto-foto gitu dengan tenda TPS 07 dan anggota KPPS 02 yang seragam SMA,” tuturnya.

Selama proses pencoblosan, suasana di dua TPS tersebut berlangsung meriah dan penuh tawa pemilih.

Sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak menyalurkan hak pilih pada agenda lima tahun sekali tersebut.

”Berlangsung meriah pokoknya, suasana di TPS hidup dan tak melelahkan meskipun para pemilih harus mengantre,” bebernya.

Anggota KPPS tidak mengeluarkan uang lebih dalam mendesain lokasi tersebut. Karena bahan yang digunakan dipinjam pakai dari salah satu rekan kerja ketua TPS 07 yang kebetulan memiliki usaha rias pengantin.

”Tidak dipungut biaya dari anggota, karena bahan-bahan ini dipinjam pakai ke rekan kerjanya ketua TPS. Sama juga dengan anggota TPS 02, seragam SMA dipinjam dari anak sekolah,” jelasnya.

Suaidin berharap proses pencoblosan 14 TPS di desanya berlangsung aman dan kondusif dan masyarakat diimbau tetap menghargai satu sama lain meski berbeda pilihan.

”Persaudaraan itu penting, mari kita sama-sama jaga rasa persaudaraan meskipun beda pilihan,” pungkasnya. (man/r12)

Editor : Kimda Farida
#Pemilu #kpps #tps