Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puluhan Warga Bima Diduga Jadi Korban Penipuan KUR BNI

Galih Mega Putra S • Senin, 22 Juli 2024 | 12:59 WIB
DUGAAN PENIPUAN: Korban dugaan penipuan KUR BNI Woha, kemarin.(FIRMAN/LOMBOK POST)
DUGAAN PENIPUAN: Korban dugaan penipuan KUR BNI Woha, kemarin.(FIRMAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Puluhan warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo menjadi korban dugaan penipuan pinjaman dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BNI Woha.

Para korban mengajukan pinjaman, namun tidak pernah menerima dana.

Belakangan terungkap bahwa pinjaman mereka telah cair.

Ini terungkap saat para korban mengajukan pinjaman baru di bank lain. 

Warga Desa Tambe Nurhayati membenarkan dirinya menjadi korban dugaan penipuan pinjaman dana KUR BNI Woha. 

’’Benar, sekitar tahun 2021 lalu,” kata dia di kediamannya, Minggu(21/7).

Dia menceritakan, sekitar tahun 2021 lalu bersama tujuh warga lain mengajukan bahan (persyaratan) pinjaman dana KUR di BNI Woha.

Saat itu, sebagai persyaratan pinjaman diurus secara kolektif oleh seorang warga setempat. 

’’Semua pengurusan bahan warga ini yang bantu. Saat penandatangan akad di kantor BNI Woha kita yang hadir,” ujar dia.

Nilai pinjaman yang diajukan Nurhayati bersama warga lain masing-masing sebesar Rp 50 juta.

Setelah penandatangan akad, Nurhayati dan warga lain menerima buku rekening dan ATM.

Keluar dari bank buku rekening maupun ATM diambil seorang warga yang mengurus pengajuan pinjaman.

’’Alasan dia saat itu, buku dan ATM diambil dulu sembari menunggu pencairan uang,” ungkap Nurhayati.

Baik Nurhayati maupun warga lain menanti pencairan tersebut. Sejak saat itu hingga sekarang, pencairan hanya tinggal cerita saja.

’’Sejak saat itu sampai detik ini, satu senpun kami tidak pernah menerima dana pinjaman,” jelasnya.

Parahnya, Nurhayati dan warga lainnya tercatat memiliki pinjaman KUR di BNI Woha masing-masing Rp 50 juta. 

Hal itu diketahui saat mereka mengajukan pinjaman baru pada bank lain.

’’Beberapa hari lalu kami ajukan pinjaman baru pada salah satu bank di Bolo. Petugas bank memberitahu kalau kami memiliki utang KUR di BNI,” ucapnya.

Nurhayati bersama warga lain kaget atas utang pinjaman itu.

Mereka merasa tidak pernah menerima uang pinjaman KUR Rp 50 juta.

 ’’Selama ini kami tidak pernah menerima uang, dan tidak pernah membayar cicilan. Mengajukan pinjaman di BNI pernah, tetapi tidak pernah menerima uang,” terangnya.

Sementara, Eti Suryati mengaku pernah mengajukan pinjaman namun tidak pernah menerima uang.

’’Bagaimana rasa dan rupanya uang Rp 50 juta itu, sampai detik ini belum pernah lihat dan merasakannya,” aku dia.

Mereka bingung dengan keadaan yang dialaminya.

Dia menegaskan tidak mungkin melunasi utang karena tidak pernah menikmati.

Jika tidak dilunasi, selama-lamanya tidak bisa mengajukan pinjaman.

’’Kami harus bagaimana dengan kondisi seperti ini. Mau pinjam di bank manapun, tidak bisa, sementara kami butuh modal untuk bertani,” keluhnya. 

Dugaan penipuan pinjaman dana KUR tersebut bukan hanya dialami Nurhayati dan Sri. Namun sekitar 50 orang warga Desa Tambe mengalami hal serupa.

’’Kurang lebih ada 50 orang keseluruhan warga Desa Tambe yang juga mengalami seperti kami,” terangnya.

Mantan pimpinan BNI Woha periode 2021 Irwan yang dihubungi mengaku sudah pindah tempat tugas.

’’Datang saja ke kantor (BNI), nanti saya fasilitasi bertemu dengan pimpinan yang baru,” ucapnya. (man/r8)

Editor : Kimda Farida
#bank #BNI