LombokPost - Rumah Sakit (RS) dr Agung di Kecamatan Raba, Kota Bima terbakar, kemarin. Sejumlah pasien berhamburan ke luar. Salah satunya pasien ibu hamil.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 Wita bersamaan dengan gempa bumi berkekuatan 4,9 SR yang menggetarkan wilayah Bima. Beruntung, tidak korban jiwa dalam peristiwa kebakaran.
Saat kebakaran berlangsung, sejumlah pasien didampingi para petugas medis memenuhi area jala raya depan RS dr Agung. Mereka dievakuasi keluar dari RS.
Sementara, beberapa unit mobil pemadam di lokasi kebakaran. Petugas berjibaku memadamkan si jago merah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bima A Rafik menjelaskan, kebakaran terjadi di lantai 3. "Penyebabnya belum diketahui, tim sedang lakukan investigasi. Termasuk benda-benda yang terbakar," kata A Rafik.
Proses pemadam berlangsung cepat dan tanpa kendala meski titik api berada di lantai 3. Tiga armada dikerahkan ke lokasi. "Anggota sedang memgembalikan pasien ke ruang perawatan RS dr Agung," terangnya.
Kasubag Pemasaran dan Humas RS dr Agung, Evy Sulidyati menjelaskan, kebakaran kecil dipicu penggunaan pemanas air pribadi oleh salah seorang pasien yang diletakkan di atas kasur.
"Pasien meninggalkan ruangan dalam kondisi panik saat terjadi gempa kecil dan lupa mencabut pemanas air yang masih terpasang. Mereka baru menyadarinya saat kepulan asap terlihat," ungkap dia dihubungi Lombok Post.
Namun berkat respons tanggap darurat internal dan tim Pemadam Kebakaran Kota Bima, api berhasil dikendalikan sepenuhnya dalam waktu singkat. "Yang paling penting, seluruh pasien telah berhasil dievakuasi dengan aman tanpa ada laporan korban luka maupun korban jiwa," jelasnya.
Dia memastikan operasional RS kembali pulih pasca kebakaran. "Memang sempat terganggu saat kebakaran, tapi sekarang sudah normal," kata Evy.
Ditanya kerugian akibat kebakaran? Evy mengatakan, pihaknya masih melakukan inventarisasi. Namun diperkirakan mencapai puluhan juta. "Kerugian ditaksir Rp 50 juta," tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji