LombokPost-Kapal Motor (KM) Ainun Putri asal Kabupaten Bima, dilaporkan tenggelam di perairan selatan Pulau Selayar setelah mengalami kebocoran pada lambung kapal.
Musibah yang terjadi sekitar pukul 12.00 Wita itu menyeret enam Anak Buah Kapal (ABK), dan hingga kini lima orang masih hilang.
Kasatpolairud Polres Kepulauan Selayar Iptu Amat Soedachlan mengungkapkan, KM Ainun Putri bertolak dari Pelabuhan Makassar pada Rabu (5/11) menuju Bima sambil mengangkut barang campuran.
Baca Juga: Ancaman Banjir dan Tanah Longsor Meningkat, Bima-Dompu Tetapkan Status Tanggap Darurat
Dalam perjalanan dua hari, kapal mengalami kebocoran fatal yang membuat air masuk ke lambung hingga akhirnya tenggelam.
Menurut Soedachlan, seluruh ABK sempat menyelamatkan diri menggunakan satu speedboat dan satu sampan kecil.
“Lima ABK, Heru (nahkoda), Mael, Andi, Rael, dan Herman, berada di speedboat bermesin ganda dengan bekal BBM dan makanan. Sementara satu ABK, Fadel berada di sampan kecil dan terpisah dari rombongan,” jelasnya, Jumat (14/11).
Baca Juga: Bencana Ganda Terjadi Bersamaan di Bima, Banjir dan Kebakaran Rumah
Setelah tujuh hari terombang-ambing, Fadel akhirnya ditemukan selamat oleh seorang nelayan di sekitar rumpon sekitar pukul 11.00 Wita, Kamis (13/11).
Dia ditemukan di perairan selatan Pulau Selayar, sekitar 50 mil dari daratan, lalu dievakuasi ke Kantor Satpolairud Polres Kepulauan Selayar.
“Korban saat ini dalam kondisi sehat dan sementara berada di kantor Sat Polairud. Untuk proses pemulangan, kami sudah arahkan anggota membawa korban ke Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar agar difasilitasi biaya perjalanan ke NTB,” terang Soedachlan.
Baca Juga: Guru PNS Keluhkan Gaji Belum Cair, Pemkab Bima Beralasan Terkendala Rekening
Hingga malam ini, lima ABK lainnya masih belum ditemukan. Namun Polairud menyebut speedboat yang mereka tumpangi memiliki dua mesin serta perbekalan yang diperkirakan cukup untuk mencapai perairan Bima.
Editor : Jelo Sangaji