LombokPost-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan tiga daerah di NTB. Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kota Bima, dan Kabupaten Bima berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 yang digelar BPJS Kesehatan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Bupati KSB Amar Nurmansyah meraih penghargaan tertinggi kategori Utama. Ini menjadikan KSB sebagai satu dari 75 kabupaten/kota di Indonesia yang mencapai level tersebut.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam menjamin pembiayaan layanan kesehatan seluruh warganya melalui BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, KSB masuk kategori utama UHC Award 2026. Ini bentuk keberpihakan pemerintah daerah dalam memastikan 100 persen warga mendapatkan jaminan layanan kesehatan,” kata Amar dalam keterangannya, Rabu (28/1).
Baca Juga: Polres Dompu Sebut Kasus Anggota DPRD NTB Efan Limantika Belum Hentikan
Dia menegaskan, capaian UHC bukan hanya soal kepesertaan, tetapi juga komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Tantangan ke depan, kata dia, adalah memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan merata.
Secara nasional, UHC Award 2026 diberikan kepada 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota. Selain kategori utama, terdapat kategori Madya dan Pratama. Pemda yang meraih kategori utama didorong untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan.
Baca Juga: Jaksa Isyaratkan Bakal Ada Tersangka Baru di Kasus Korupsi Dana Kredit Bank Mandiri Bima
Apresiasi juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Dia mengingatkan agar daerah penerima penghargaan tidak mengalami penurunan kategori. “Yang sudah utama, fokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Pemkot Bima kembali menegaskan komitmennya dalam pelayanan kesehatan inklusif dengan meraih UHC Award 2026. Penghargaan diterima langsung Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Ini bentuk komitmen Pemkot Bima dalam menjamin hak dasar masyarakat,” katanya.
Feri menambahkan, ke depan Pemkot Bima akan memperkuat program jaminan kesehatan, meningkatkan fasilitas layanan, serta memastikan seluruh warga terlindungi dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kabupaten Bima juga mencatat kemajuan signifikan dengan naik ke kategori Madya pada UHC Award 2026. Sebelumnya, Kabupaten Bima meraih UHC Award pada 2024, kategori Pratama pada 2025, dan kini meningkat seiring naiknya cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Bupati Bima Ady Mahyudi menyebut, capaian ini merupakan hasil komitmen konsisten pemerintah daerah dalam mendukung Program JKN. “Cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Bima telah mencapai 98 persen dengan tingkat keaktifan 85 persen,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati dan Wabup Bima Absen, Sekda dan 28 Pejabat Jalani Tes Urine
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyebut pencapaian UHC Indonesia sebagai prestasi luar biasa. Dalam waktu sekitar 10 tahun, Indonesia mampu mencapai UHC, jauh lebih cepat dibanding sejumlah negara maju.
“Ini hasil sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, dan kerja sama kuat dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Editor : Jelo Sangaji