LombokPost-Bupati Dompu Bambang Firdaus menyoroti derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang dinilai berpotensi menggerus budaya lokal. Dia mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat kearifan lokal agar tidak hilang ditelan zaman.
“Budaya asing terus mendapat tempat di hati dan pikiran kita, terutama generasi muda. Jika ini dibiarkan, kearifan lokal kita bisa tenggelam dan tidak tersisa dalam beberapa tahun ke depan,” kata Bambang saat membuka Festival Literasi Budaya Dompu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dompu ke-211 di Lapangan Karijawa, Kamis (2/4).
Dia menilai, selama puluhan tahun budaya asli Dompu kurang diperkenalkan dan dipertontonkan secara luas. Momentum hari jadi daerah, kata dia, harus dimanfaatkan untuk kembali menyiarkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat. “Inilah budaya kita, jati diri dan karakter asli masyarakat Dompu,” tegasnya.
Baca Juga: Truk Bermuatan Sapi Terguling di Dompu, Dua Orang Tewas, Empat Luka-luka
Bambang berharap, upaya pelestarian budaya tidak berhenti pada festival semata. Ia mendorong agar seni budaya Dompu terus ditampilkan dalam berbagai kegiatan, baik di ruang terbuka maupun dalam berbagai kesempatan lainnya.
“Seni budaya Dompu harus terus berlanjut dan dipertunjukkan dalam setiap waktu dan kesempatan,” harapnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Dompu Rifaid mengatakan, festival ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan merevitalisasi kearifan lokal. Menurutnya, festival tersebut juga menjadi bukti hasil dari penerapan Kurikulum Muatan Lokal Daerah yang telah berjalan selama setahun terakhir.
“Kurikulum muatan lokal yang telah dicanangkan mulai menunjukkan hasil hari ini,” ungkap Rifaid.
Baca Juga: Camat Pajo Dijebloskan ke Lapas Dompu Terkait Kasus Penganiayaan
Dia menjelaskan, festival diikuti sekitar 150 peserta dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Dompu. Para peserta akan berkompetisi dalam berbagai lomba seperti pidato, puisi, dan tari kreasi.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 2 hingga 8 April 2026. Selain menjadi ajang seremonial, festival ini juga menjadi wadah bagi generasi muda Dompu untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka, khususnya dalam bidang literasi dan seni budaya. (gun/r5)
Editor : Jelo Sangaji