Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek DAK Pendidikan Tak Kunjung Beres, Sudah Masuk Tahun Ketiga Pemprov NTB Diminta Segera Tuntaskan

Redaksi • Jumat, 17 April 2026 | 16:13 WIB
Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah (Islamuddin/Lombok Post)
Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah (Islamuddin/Lombok Post)

LombokPost – Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2024 pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dikpora) NTB Rp 99 miliar hingga kini belum rampung.

Sejumlah pembangunan sekolah bahkan molor lebih dari dua tahun dan diproyeksikan baru selesai pada 2026.

Beberapa proyek yang belum tuntas di antaranya pembangunan SMAN 2 Bolo dan SMAN 1 Parado di Kabupaten Bima.

Baca Juga: Kota Mataram Dapat Dana Alokasi Khusus untuk Pemeliharaan Jalan Rp 10 Miliar

Kondisi ini mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah mengatakan, progres pembangunan SMAN 2 Bolo masih jauh dari kata selesai dan belum bisa dimanfaatkan.

“Sampai hari ini SMAN 2 Bolo baru tahap plaster, belum bisa digunakan untuk KBM. Ini sudah dua tahun berjalan, mau masuk tahun ketiga,” kata pria yang akrab disapa Maman, Kamis (16/4).

Baca Juga: Dana Alokasi Khusus untuk Tiga Pemda di NTB Menurun

Dia mempertanyakan lambannya penyelesaian proyek yang seharusnya merupakan pekerjaan tahun tunggal, bukan multiyears. “Kenapa sampai hari ini belum selesai? Ini tanggung jawab pemerintah sebagai pelaksana APBD. Harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Menurut Maman, keterlambatan pembangunan berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Infrastruktur yang belum siap dinilai menghambat upaya mencerdaskan generasi muda. “Bagaimana mau mencerdaskan anak bangsa kalau infrastruktur tidak bisa diselesaikan,” sorotnya.

Sebenarnya, menurut Maman, proyek DAK ini bisa rampung asalkan Gubernur NTB turun tangan. Orang nomor satu itu tinggal menginstruksikan dinas teknis untuk menyelesaikan proyek tersebut. "Persoalan itu tidak susah amat, pelaksana APBD kan gubernur, perintahkan Dikpora maka urusan selesai," tandas Maman.

Baca Juga: Dikpora NTB Minta Cabor Tiru Langkah PODSI NTB Perkuat SDM

Di sisi lain, pihak rekanan proyek SMAN 2 Bolo juga mengeluhkan anggaran yang belum dicairkan meski pekerjaan telah mendekati tahap akhir. Saat ini, progres pembangunan disebut sudah masuk tahap finishing seperti pengecatan, pemasangan kaca, dan plafon.

Namun, upaya rekanan untuk mendapatkan kejelasan dari Dikpora NTB belum membuahkan hasil. Dinas beralasan pencairan anggaran terkendala pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Diketahui, total DAK fisik Dikpora NTB tahun 2024 mencapai Rp 99 miliar, dengan rincian Rp 76 miliar untuk SMA dan Rp 6,1 miliar untuk SLB. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan unit sekolah baru, rehabilitasi gedung, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. (gun/r5)

Editor : Redaksi
#DAK #pembangunan sekolah #dikpora #NTB #kualitas pendidikan