LombokPost - Polres Bima sedang menyelidiki penyebab kebakaran hebat yang menghanguskan 17 rumah di Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Sabtu dini hari (16/5).
Kini, polisi mendalami dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar menegaskan, pihaknya telah melakukan langkah awal penyelidikan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: Polres Bima Kota Mediasi Brigadir Anhar dan Istri, Berujung Sepakat Cerai
“Sedang diselidiki dan didalami,” katanya, kemarin.
Tim Inafis Satreskrim Polres Bima turun langsung ke lokasi untuk melakukan serangkaian proses identifikasi.
Mulai dari pemotretan umum dan khusus, pembuatan sketsa TKP, hingga pemasangan garis polisi di area terdampak.
Baca Juga: Pengakuan AKBP Didik, Uang Dari Bandar Narkoba Dipakai Perbaiki Kantor Polres Bima Kota
Selain itu, sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian juga telah dimintai keterangan.
Dari hasil sementara, muncul indikasi, kebakaran tersebut tidak murni akibat faktor kelalaian.
“Tim Inafis juga telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi. Untuk sementara ada dugaan unsur kesengajaan, namun masih kami dalami,” beber Anton.
Baca Juga: Preman Kampung Ditangkap Polres Bima Usai Aniaya Polisi
Untuk menguatkan hasil penyelidikan, Polres Bima juga berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bima Ruslan menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Laporan pertama diterima melalui call center sekitar pukul 03.15 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran, masing-masing dua unit dari Damkarmat Kabupaten Bima serta tiga unit bantuan dari wilayah Belo, Palibelo, dan Monta.
“Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.30 Wita, kemudian dilanjutkan proses pendinginan,” katanya.
Data Damkarmat mencatat, total bangunan yang terbakar terdiri dari 15 rumah panggung, satu rumah semi permanen, dan satu gudang. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran diduga dipicu ulah seorang pria berinisial H, 38 tahun. Dia diduga nekat membakar rumah setelah terlibat cekcok dengan adiknya yang berada di dalam rumah.
Meski sang adik berhasil menyelamatkan diri, api terlanjur membesar dan cepat merambat ke rumah warga lainnya.
Situasi sempat memanas saat sejumlah warga yang terdampak berupaya meluapkan emosi dengan membakar sepeda motor milik H. Namun aksi tersebut berhasil dicegah oleh warga lain bersama aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. (gun/jlo/r5)
Editor : Redaksi Lombok Post Online