Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kades dan Camat Bantah Warga Bajo Bima Alami Kekeringan tapi Krisis Air karena Mesin Pompa Rusak

Jelo Sangaji • Selasa, 23 Juni 2026 | 15:16 WIB
BPBD Bima mendistribusikan air bersih di Dusun Ndanondere, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Bima, akhir pekan lalu.
BPBD Bima mendistribusikan air bersih di Dusun Ndanondere, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Bima, akhir pekan lalu.

 

LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, yang mengalami kesulitan air bersih. Sebanyak 10 ribu liter air didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Kepala Desa (Kades) Bajo Abdul Rahim mengatakan, warga Dusun Ndanondere memang kesulitan air bersih. Tetapi bukan karena dampak kekeringan, melainkan mesin air rusak.

"Bukan kekeringan, tapi pompa air di Dusun Ndanondere itu rusak pompanya. Jadi, ada bantuan air dari BPBD," katanya, Senin (22/6).

Baca Juga: Warga Kampung Pali Kota Bima Krisis Air Bersih, Brimob Polda NTB Turun Tangan

Camat Soromandi Julkifli mengatakan, hingga kini belum ada laporan resmi dari pemerintah desa terkait kondisi kekeringan. "Kalau yang di Dusun Ndanondere itu hanya rutinitas. Belum ada laporan kekeringan dari pemerintah desa," kata Julkifli.

Dia menjelaskan, warga Dusun Ndanondere selama ini mengandalkan sumber air dari Wadaukku Tanggirim. Namun, distribusi air terganggu akibat mesin pompa mengalami kerusakan. "Mesin air di sana lagi rusak, sehingga ada distribusi air dari BPBD," ujarnya.

Menurut Julkifli, bantuan air bersih yang disalurkan BPBD merupakan langkah sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Bantuan air ini sambil menunggu perbaikan sarana distribusi air di wilayah tersebut," tandas dia.

Baca Juga: Kejati NTB Temukan PMH di Kasus Proyek Reklamasi Amahami Kota Bima

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk mengurangi dampak kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut.

"BPBD Kabupaten Bima melakukan distribusi air bersih sebanyak 10.000 liter air kepada warga," kata Abdul dalam keterangan, Minggu (21/6).

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Dia juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta memanfaatkan sumber air secara bijak di tengah fenomena kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

"Selain itu warga dapat menyediakan tempat penampungan air hujan untuk mengantisipasi berkurangnya sumber air bersih," ujarnya.

Editor : Jelo Sangaji
#krisis air #Bajo #BNPB #Kekeringan #Bima