Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Petani di Dompu Tuntut Kenaikan Harga Tebu, Sempat Tutup Akses ke PT SMS

Jelo Sangaji • Jumat, 10 Juli 2026 | 12:57 WIB
Para petani tebu berfoto bersama usai menandatangani berita acara komitmen PT SMS saat demo, Rabu (8/7).
Para petani tebu berfoto bersama usai menandatangani berita acara komitmen PT SMS saat demo, Rabu (8/7).

 

LombokPost-Aksi Aliansi Petani Tebu Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, sempat diwarnai penutupan akses jalan menuju kawasan PT Sukses Mantap Sejahtera (PT SMS), Rabu (8/7).

Namun, aksi tersebut berakhir damai setelah perwakilan petani dan manajemen perusahaan mencapai kesepahaman melalui dialog yang difasilitasi aparat kepolisian.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita itu diikuti sekitar 50 petani. Para petani yang dikoordinatori Nasuhi dan Tamrin Hadu mengajukan tiga tuntutan kepada PT SMS. Pertama, meminta harga pembelian tebu dinaikkan dari Rp 550 ribu menjadi Rp 600 ribu per ton. 

Baca Juga: Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Kempo Dompu, Sita Belasan Poket Sabu Siap Edar

Kedua, menuntut penurunan biaya pemanfaatan lahan kemitraan on hand dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 500 ribu per hektare agar disamakan dengan biaya lahan Hak Guna Usaha (HGU). 

Ketiga, meminta kepastian agar lahan kemitraan yang selama ini mereka kelola di Desa Doropeti tidak dialihkan ke wilayah lain.

Para petani menutup sementara akses jalan menuju perusahaan sebagai bentuk tekanan agar tuntutan mereka mendapat perhatian. Meski demikian, situasi tetap berlangsung kondusif. 

Personel Polsek Pekat melakukan pengamanan dengan pendekatan persuasif dan humanis sehingga aksi tidak berkembang menjadi anarkis. Dialog kemudian digelar antara perwakilan petani dan manajemen perusahaan.

Baca Juga: Dipadukan dengan Program Dompu Melayani, Bupati Bambang Minta OPD Keroyokan Sukseskan TMMD Ke-129

General Manager Plantation PT SMS Bahtiar mengatakan, usulan kenaikan harga pembelian tebu masih dibahas di tingkat manajemen dan akan menjadi perhatian perusahaan pada musim giling tahun 2026.

Sementara terkait biaya pemanfaatan lahan, perusahaan menyatakan akan melakukan evaluasi untuk penyesuaian tarif serta menyeragamkan biaya kemitraan setelah musim giling selesai.

Koordinator aksi, Nasuhi meminta agar komitmen perusahaan dituangkan secara tertulis sehingga memberikan kepastian bagi para petani. Sedangkan Tamrin Hadu berharap perusahaan membatalkan rencana relokasi lahan kelompok tani dan tetap memberikan kesempatan kepada petani memanen tebu yang telah mereka tanam.

Manager Humas PT SMS Muhari, memastikan seluruh aspirasi petani akan diteruskan kepada pimpinan perusahaan untuk dibahas lebih lanjut.

"Kami berkomitmen mengevaluasi harga pembelian tebu maupun biaya pemanfaatan lahan sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Baca Juga: Jaksa Kantongi Hasil Audit Dana Hibah PKK Dompu

Usai berdialog, kedua belah pihak menandatangani berita acara di atas materai. Dokumen tersebut memuat komitmen PT SMS untuk mengkaji kenaikan harga pembelian tebu setelah musim giling 2026 berjalan.

Kemudian, menurunkan biaya pemanfaatan lahan menjadi di bawah Rp 1,5 juta per hektare sesuai mekanisme yang berlaku bagi seluruh kemitraan. Terakhir melanjutkan pembahasan terkait lahan Research and Development (RnD) melalui musyawarah bersama kelompok tani.

Editor : Jelo Sangaji
#Petani Tebu #PT SMS #Dompu #Demo