LombokPost-PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Bima dan Kota Bima setelah muncul keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas bersubsidi dalam beberapa hari terakhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) PT Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi mengatakan, stok elpiji 3 kg di dua wilayah tersebut sebenarnya masih dalam kondisi aman. Namun, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat, Pertamina menyalurkan tambahan pasokan melalui skema extra dropping.
"Kami bergerak cepat menindaklanjuti informasi mengenai keluhan masyarakat atas sulitnya memperoleh elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima," kata Ahad dalam keterangannya.
Baca Juga: Pemda KSB Bongkar Rantai 'Permainan' Distribusi Elpiji 3 Kg, Harga Tembus Rp 60-100 Ribu
Pertamina memastikan stok dan penyaluran elpiji 3 kg secara umum berada dalam kondisi aman dan terus berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Menurutnya, tambahan pasokan yang disalurkan mencapai 100 persen dari rata-rata penyaluran harian di Kabupaten Bima dan Kota Bima. "Penyaluran tambahan itu mulai dilakukan sejak Kamis (16/7) dan akan terus dilanjutkan hingga kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi," jelasnya.
Selain menambah pasokan, Pertamina mengingatkan seluruh agen dan pangkalan agar menyalurkan elpiji 3 sesuai aturan.
Pangkalan diminta menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), memprioritaskan masyarakat yang berhak menerima subsidi, serta tidak melayani penjualan kepada pengecer. "Kami juga mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi elpiji bersubsidi," ujarnya.
Baca Juga: Bupati KSB Ancam Cabut Izin Pangkalan Nakal, Sentil ASN Masih Pakai Elpiji 3 Kg
Jika menemukan penjualan di atas HET atau dugaan penyimpangan distribusi, masyarakat diminta melaporkannya melalui Pertamina Call Center 135, pemerintah daerah, maupun aparat penegak hukum.
"Jika ditemukan pelanggaran, Pertamina akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan kerja sama yang berlaku," tegas Ahad.
Penambahan pasokan elpiji 3 kg dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Bima mengajukan permohonan tambahan fakultatif (extra dropping) kepada Pertamina menyusul tingginya permintaan gas bersubsidi di wilayah tersebut.
Pemkab Bima bersama Pertamina Patra Niaga juga melakukan pengawasan distribusi elpiji 3 kg dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bima, agen elpiji, unsur Muspika, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa. Pengawasan telah dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Monta, Sape, dan Bolo.
Selain itu, Pemkab Bima meminta camat, Kapolsek, Danramil, kepala desa, serta ketua RT dan RW meningkatkan pengawasan distribusi elpiji 3 kg sesuai Surat Edaran Bupati Bima. "Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran sekaligus mencegah penyimpangan di lapangan," tambahnya.
Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post