LombokPost-Pelarian SD, 26 tahun, warga Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Bima, berakhir, Senin dinihari (27/7). Pelaku pembacokan terhadap Burhan, 30 tahun, warga Desa Tolouwi, menyerahkan diri setelah dua hari menjadi buronan polisi.
Pelaku SD sempat melarikan diri usai menganiaya Burhan. Karena terdesak terus diburu, dia akhirnya memilih keluar dari tempat persembunyiannya.
Kasatreskrim Polres Bima Iptu Ghufron Subeki mengatakan, SD menyerahkan diri setelah polisi melakukan pendekatan kepada pihak keluarga dan pemerintah desa.
"Benar, yang bersangkutan telah kami amankan setelah terdesak diburu selama dua hari," kata Ghufron.
Baca Juga: Ramai-ramai Tolak Kepsek Baru, Eks Timses Bupati Bima Kompak Segel Tiga Sekolah
Semula, polisi mendapat informasi jika SD berada di rumah salah seorang aparatur Desa Waro sekitar pukul 03.00 Wita. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan.
Saat ini, SD telah ditahan di Mapolres Bima untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Yang bersangkutan saat ini diamankan di Mapolres Bima untuk menjalani pemeriksaan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, SD mengakui telah membacok korban. Polisi menduga aksi tersebut dipicu persoalan dendam lama. "Untuk sementara motif pelaku membacok korban karena dendam lama," terang Ghufron.
Diketahui, Burhan menjadi korban pembacokan saat hendak menuju lahan jagung di Desa Tolouwi, Sabtu (25/7).
Saat itu, korban berangkat menggunakan sepeda motor menuju kebun. Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba diadang oleh SD yang membawa sebilah parang.
Melihat pelaku yang membawa parang, korban sempat meninggalkan sepeda motornya dan melarikan diri. Namun, pelaku berhasil mengejar hingga membacok korban berkali-kali.
Akibat serangan itu, Burhan mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh. Lengan kirinya mengalami luka parah hingga hampir putus di bagian bawah siku.
Selain itu, jempol dan telunjuk tangan kirinya putus, sementara bagian perut korban robek hingga usus terburai.
Warga yang menemukan korban tergeletak bersimbah darah segera memberikan pertolongan dan membawanya ke Puskesmas Monta untuk mendapatkan penanganan medis.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post