LombokPost-Pengembangan fasilitas Pelabuhan Bima kembali menjadi perhatian. Keterbatasan kapasitas dermaga dinilai sudah tidak mampu mengimbangi tingginya aktivitas bongkar muat barang, sehingga berdampak pada antrean kapal hingga terganggunya distribusi logistik.
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bima M Junaidi mengatakan, usulan pembangunan pelabuhan baru yang telah diajukan sebelumnya hingga kini belum menunjukkan perkembangan. Karena itu, pihaknya kini memprioritaskan pengembangan pelabuhan yang ada melalui penambahan fasilitas dermaga.
"Pengembangan pelabuhan yang ada menjadi langkah yang paling memungkinkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan saat ini," kata Junaidi saat rapat tindak lanjut pengembangan fasilitas Pelabuhan Bima yang digelar di aula Kantor KSOP Kelas IV Bima, beberapa hari lalu.
Baca Juga: Dikpora Hingga Pemprov NTB Digugat Rp 17 Miliar soal Lahan SMAN 1 Woha Bima
Dia menjelaskan, dermaga yang ada saat ini hanya mampu melayani dua kapal berkapasitas sekitar 8.000 ton. Selain keterbatasan kapasitas, aktivitas pelayaran juga terkendala pendangkalan alur akibat sedimentasi dari dua sungai yang mengapit kawasan pelabuhan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, KSOP mengusulkan pembangunan tambahan dermaga dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 400 miliar.
"Dukungan Pemerintah Kota Bima, terutama dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah pusat, dinilai penting agar usulan tersebut dapat segera direalisasikan," jelas dia.
Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menyatakan komitmennya mengawal rencana pengembangan Pelabuhan Bima. Menurutnya, pembangunan pelabuhan baru membutuhkan anggaran yang sangat besar sehingga pengembangan fasilitas pelabuhan yang ada merupakan solusi yang lebih realistis.
Baca Juga: Pria di Bima Nekat Selundupkan Sabu dalam Tahu Isi ke Sel Tahanan
Dia juga berjanji akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar anggaran pengembangan Pelabuhan Bima dapat dialokasikan.
"Pelabuhan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur utama distribusi barang sekaligus penggerak perekonomian di wilayah Bima dan sekitarnya," kata dia.
Asisten II Setda Kota Bima Supratman menegaskan, Pemkot Bima mendukung penuh rencana pengembangan fasilitas Pelabuhan Bima. Keterbatasan infrastruktur pelabuhan selama ini turut memengaruhi kelancaran distribusi barang dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
"Pelabuhan merupakan gerbang pengembangan ekonomi Kota Bima. Kami siap membantu, karena ini merupakan permasalahan bersama yang harus kita selesaikan demi kelancaran distribusi barang dan kemajuan daerah," ujar Supratman.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post