Mulai Dikerjakan, Proyek Pengendali Banjir Kota Bima Sedot Anggaran Rp 62 Miliar

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:27 WIB
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin memimpin peletakan batu pertama pembangunan kolam retensi Amahami, Rabu (5/8).
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin memimpin peletakan batu pertama pembangunan kolam retensi Amahami, Rabu (5/8).

LombokPost-Setiap tahun Kota Bima selalu dilanda banjir. Kini, Kota Tepian Air itu mulai membangun infrastruktur pengendalian banjir. 

Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin meresmikan dimulainya pembangunan Mega proyek Kolam Retensi Amahami melalui peletakan batu pertama, Rabu (5/8).

Proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I itu menjadi bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir di wilayah hilir Kota Bima.

Hingga awal Agustus 2026, progres fisik pekerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 20 persen.

Baca Juga: Wali Kota Bima Warning Kontraktor Proyek Gedung Rawat Inap RSUD: Jangan Abaikan Kualitas!

Diketahui, pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria untuk Pengendali Banjir Kota Bima dikerjakan PT Bahagia Bangunnusa asal Mataram, NTB, dengan nilai kontrak Rp 62,7 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Made Mira Charisma menyampaikan proyek tersebut mencakup pembangunan dua kolam retensi di kawasan Amahami dengan kapasitas tampung sekitar 15.200 meter persegi.

Infrastruktur itu dirancang menahan limpasan air ketika debit sungai meningkat sebelum dialirkan secara bertahap ke badan sungai dan laut.

"Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kawasan kolam retensi juga akan dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau sekaligus area konservasi air," katanya.

Baca Juga: Polisi Sita Uang Puluhan Juta Diduga Hasil Penjualan Sabu dari Pengedar Narkoba di Bima

Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin mengatakan, pembangunan tersebut menjadi tonggak baru dalam upaya penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan utama di Kota Bima.

"Ini bukan sekadar peletakan batu pertama, tetapi awal dari pembangunan infrastruktur yang telah lama diperjuangkan masyarakat Kota Bima sebagai bagian dari solusi pengendalian banjir," kata dia.

Proyek itu merupakan hasil proses panjang yang melibatkan penyusunan perencanaan, kajian hidrologi, pembebasan lahan, hingga koordinasi intensif antara Pemerintah Kota Bima dengan pemerintah pusat.

"Saya meminta seluruh pihak ikut menjaga agar pelaksanaan proyek berjalan tanpa hambatan," ujarnya.

Dia menegaskan, penanganan banjir tidak cukup hanya melalui normalisasi sungai maupun penanganan darurat setiap musim hujan.

"Kota Bima membutuhkan infrastruktur pengendalian banjir yang terintegrasi, dibangun berdasarkan kajian teknis, serta memperhatikan daya dukung lingkungan," jelasnya.

Baca Juga: Proyek Normalisasi Sungai Melayu Kota Bima Terkendala Pembebasan Lahan, Nilai Ganti Rugi Belum Cocok

Aji Man sapaan akrab Wali Kota Bima mengajak masyarakat mendukung pembangunan tersebut agar dapat diselesaikan sesuai target.

"Saya berharap keberadaan kolam retensi nantinya tidak hanya mampu mengurangi risiko banjir, tetapi juga memperbaiki tata ruang kawasan pesisir melalui penyediaan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat," harap dia. 

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
pengendali banjir Kota Bima kolam retensi Bima