27.343 Jiwa Terancam "Kehausan", Pemkab Bima Minta Warga Hemat Air

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:11 WIB
Warga Dusun Ndanondere, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Bima, sedang mengantre air di salah satu bak penampung, belum lama ini. (Facebook Muhammad Afllah)
Warga Dusun Ndanondere, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Bima, sedang mengantre air di salah satu bak penampung, belum lama ini. (Facebook Muhammad Afllah)

LombokPost-Kekeringan mulai mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Bima. Sebanyak 40 desa yang tersebar di 13 kecamatan dipetakan berpotensi terdampak musim kemarau 2026.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, wilayah terdampak tersebut diperkirakan mencakup 8.665 kepala keluarga (KK) atau 27.343 jiwa.

Pemkab Bima kini meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Baca Juga: Digerebek Polisi, Pria di Bima Mengelak Jadi Pengedar Narkoba, Ternyata Simpan 16 Poket Sabu

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima Agus Salim meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama pemerintah desa memperkuat koordinasi dan bergerak cepat mengantisipasi dampak kemarau.

"Kami meminta seluruh kepala desa mengimbau masyarakat dan menjaga wilayahnya masing-masing agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pastikan kebutuhan masyarakat terkait persoalan kekeringan terpenuhi dengan baik," kata Agus, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, musim kemarau 2026 yang diperkuat fenomena El Nino berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat maupun sektor pertanian. "Segera bentuk tim khusus agar penanganan kekeringan dan karhutla dapat dilakukan secara terpadu," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Gulung Jaringan Pengedar Sabu di Bima, Guru SD dan Istri Ditangkap

BPBD bersama instansi terkait telah mulai melakukan penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

"Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan semakin meluas. Salah satunya dengan memperjelas pembagian peran antar-OPD dalam penanganan kekeringan dan karhutla," ujar Agus.

Sejumlah langkah strategis diambil Pemkab Bima. Termasuk penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diimbau menggunakan air secara hemat dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran," imbaunya.

Sementara bagi petani, pemerintah menyarankan agar jadwal tanam disesuaikan dengan kondisi cuaca. "Petani juga dianjurkan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat kekurangan air," tandasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
Pemkab Bima karhutla Kekeringan Bima