Delapan Penyuka Sesama Jenis Terjangkit HIV, Ketua DPRD Dompu Dorong Penanganan Terpadu

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:22 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

LombokPost-Sebanyak 11 orang terdiagnosis HIV dan menjalani perawatan di RSUD Dompu, sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, delapan pasien merupakan laki-laki yang menurut pihak rumah sakit memiliki riwayat hubungan sesama jenis, sedangkan tiga lainnya perempuan dewasa.

Ketua DPRD Dompu Muttakun mengatakan, temuan 11 kasus HIV tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Pemkab Dompu-TN Tambora Berkolaborasi Kembangkan Destinasi Wisata Berbasis Konservasi

Dia menilai pencegahan penularan HIV tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, tetapi membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah hingga tingkat desa.

"Berbicara HIV di Dompu dengan jumlah kasus yang ada itu menyentakkan kita semua. Ini menjadi lampu merah dan mengingatkan semua pihak untuk secara terpadu dan terintegrasi bergerak mencegah perilaku yang menyebabkan HIV tertular pada manusia," kata Muttakun, kemarin.

Muttakun mendorong Pemkab Dompu memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai HIV, pemeriksaan, serta pencegahan penularan. "Upaya tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur," tegasnya.

Baca Juga: Bupati Dompu Wawancarai Langsung 33 Kandidat Kepala OPD, Dewan: Bentuk Komitmen Terapkan Sistem Merit

Dia juga menyoroti belum adanya rumah singgah di Dompu yang secara khusus dapat mendukung layanan sosial bagi kelompok yang membutuhkan pendampingan.

"Kita juga akan melihat apakah ada rumah singgah bagi penderita HIV ini, karena di Dompu tidak ada rumah singgah. Itu akan jadi masalah," ujarnya.

Namun, penanganan terhadap orang dengan HIV, menurut prinsip kesehatan masyarakat, perlu dilakukan melalui layanan medis, konseling, pendampingan, dan perlindungan dari stigma, bukan dengan pengucilan atau pembatasan kebebasan.

Baca Juga: Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Dorotangga Dompu, Sita Sabu 20,46 Gram

Muttakun mengatakan, DPRD akan mendorong pemerintah daerah agar penanganan HIV dilakukan secara terpadu. Dia menyebut koordinasi dapat melibatkan pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, serta unsur keamanan dan masyarakat. "Harus keroyokan menangani kasus ini. Kita harus melihat bagaimana pencegahan dan penanganannya secara terpadu," katanya.

Terkait dukungan anggaran, Muttakun mengatakan pihaknya akan melihat terlebih dahulu langkah yang dilakukan Pemkab Dompu.

"Kita mencoba untuk memfasilitasi para pihak agar bergerak, tapi kita tunggu dulu ada tidak dari pemerintah kabupaten mau memfasilitasi. Kalau dalam satu minggu ke depan ini tidak ada, saya akan ambil alih memfasilitasinya nanti," ujarnya.

Dia menilai langkah pemerintah selama ini masih perlu diperkuat. Sosialisasi yang dilakukan Dinas Kesehatan belum cukup jika tidak diikuti koordinasi lintas sektor. "Saya yakin itu sifatnya preemtif saja, sudah dilakukan teman-teman Dikes. Cuma tidak boleh hanya satu pihak saja, tapi harus dilakukan secara terpadu," katanya.

Baca Juga: 33 Nama Tiga Besar Calon Kepala OPD Sudah di Tangan Bupati Dompu

Muttakun menekankan pentingnya deteksi dini, edukasi, pemeriksaan HIV secara sukarela dan rahasia, serta akses pengobatan bagi orang yang terdiagnosis HIV. "Langkah tersebut sangat penting untuk mencegah penularan sekaligus memastikan pasien tetap mendapatkan perawatan," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Dompu dr Fitratul Ramadhan mengatakan, data tersebut tercatat hingga 11 Juni 2026. Para pasien diketahui mengidap HIV setelah menjalani perawatan di rumah sakit. "Sampai 11 Juni 2026 ada 11 orang, delapan laki-laki dan tiga perempuan. Kalau didalami yang laki-laki ini adalah homoseksual atau gay," kata Fitratul.

Fitratul mengungkapkan, sebagian pasien awalnya datang dengan keluhan penyakit tuberkulosis (TBC). Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, tenaga medis menemukan adanya infeksi HIV yang telah memengaruhi sistem kekebalan tubuh mereka.

"Ini kami ketahui setelah dirawat. Biasanya mereka masuk rumah sakit itu karena menderita penyakit-penyakit TBC, setelah dirawat barulah kami ketahui mereka idap HIV," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Janji Transparan Tangani Kasus Dugaan Pencabulan Berujung Pengeroyokan di Manggelewa Dompu

Menurut Fitratul, hingga saat ini belum ditemukan pasien HIV dari kalangan pelajar atau anak di bawah umur yang dirawat di RSUD Dompu. "Sampai saat ini tidak ada yang dari kalangan pelajar maupun anak di bawah umur. Masih banyak lagi yang belum kita ketahui," pungkasnya.

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
muttakun HIV/AIDS DPRD Dompu hiv Dompu