LombokPost - Kantor DPRD Kabupaten Bima nyaris hangus terbakar, Selasa malam (11/8). Titik api menyala di bagian atap gedung utama atau aula rapat kantor wakil rakyat yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Penatoi, Kota Bima ini. Beruntung, api cepat dijinakkan tim pemadam kebakaran Kota Bima.
Tim Satreskrim Polres Bima Kota telah turun ke lokasi untuk kepentingan penyelidikan. "Iya, tim sudah turun olah TKP (tempat kejadian perkara) di kantor DPRD Bima semalam," kata Kasi Humas Polres Bima Kota Ipda Baiq Fitria Ningsih dikonfirmasi Lombok Post, Rabu (12/8).
Polisi belum bisa memastikan gedung dewan tersebut diduga sengaja dibakar, meski di lokasi ditemukan tiga lilitan kain beraroma minyak tanah. "Kami sudah mengamankan TKP dan masih menyelidiki penyebab kebakaran," jelas dia.
Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.35 Wita. Kebakaran diduga dipicu tiga bungkus kain yang dibalut menggunakan bahan yang diduga minyak tanah. Kemudian dibakar dan dilempar ke atas atap gedung utama oleh orang tak dikenal (OTK).
Baca Juga: SUNGGUH NEKAT! Dua Nelayan di Bima Bawa Sabu ke Markas Polisi, Hendak Diselundupkan ke Ruang Tahanan
Informasi kebakaran pertama kali diketahui staf Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Bima, Muhaimin, sekitar pukul 19.15 Wita. Saat itu, Muhaimin baru kembali setelah mengantarkan surat kepada Bupati Bima.
Setibanya di lokasi, dia melihat kerumunan orang dan mendapat informasi adanya api di bagian atas atap gedung.
Muhaimin kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bima yang lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter dari Kantor DPRD Kabupaten Bima.
Petugas Damkar langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Sekitar pukul 19.40 Wita, api berhasil dipadamkan seluruhnya.
Baca Juga: Napas Keuangan Bima Kembali Lega, Pemkab Diguyur Rp 277 Miliar, Pemkot Kebagian Rp 53 Miliar
Setelah api padam, petugas melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kebakaran. Tidak ditemukan kerusakan berarti pada bangunan karena bagian atap gedung menggunakan seng multirup.
Sekretaris DPRD Bima Nurdin kemudian datang ke lokasi setelah menerima informasi dari staf. Dalam pemeriksaan awal, ditemukan tiga buah kain yang telah dibungkus dan mengeluarkan bau minyak tanah.
Hingga kini belum diketahui identitas pelaku maupun motif pasti di balik dugaan pembakaran tersebut.
Polisi masih mendalami seluruh temuan di lokasi, termasuk kemungkinan adanya rekaman CCTV yang dapat membantu mengungkap pelaku. "Masih didalami," tandas Baiq Fitria.
Editor : Jelo SangajiSumber : Liputan