Bantuan Saprodi Diharapkan Jadi Modal Tingkatkan Hasil Panen dan Pendapatan Petani di Kota Bima

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin menyerahkan bantuan Saprodi di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Jalan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Selasa (11/8).
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin menyerahkan bantuan Saprodi di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Jalan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Selasa (11/8).

LombokPost-Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin menyerahkan bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) kepada sejumlah kelompok tani (Koptan) untuk tahun anggaran 2026. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Jalan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Selasa (11/8). 

"Petani bukan sekadar penerima bantuan, tetapi merupakan pelaku utama pembangunan pertanian dan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah," kata Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin.

Baca Juga: Kantor DPRD Bima Diduga Hendak Dibakar, Tiga Kain Berbau Minyak Tanah Ditemukan di Atap Aula

Dia menjelaskan, sektor pertanian masih memiliki posisi strategis bagi Kota Bima. Berdasarkan data Potensi Desa BPS 2024, terdapat 13 dari 41 kelurahan di Kota Bima yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

"Ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki basis masyarakat yang kuat. Kita juga memiliki dukungan infrastruktur, seperti 29 kelurahan yang memiliki saluran irigasi. Potensi ini harus kita kelola dan optimalkan," jelas Aji Man sapaan akrab wali kota.

Karena itu, dia meminta kelompok tani memanfaatkan bantuan Saprodi secara maksimal dan bertanggung jawab. Tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam satu musim tanam, tetapi juga menjadi modal untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.

"Jangan melihat bantuan ini hanya sebagai pemberian pemerintah. Jadikan bantuan ini sebagai modal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan kelompok tani," tegasnya.

Baca Juga: SUNGGUH NEKAT! Dua Nelayan di Bima Bawa Sabu ke Markas Polisi, Hendak Diselundupkan ke Ruang Tahanan

Aji Man juga meminta Dinas Pertanian terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani. Pendampingan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh dan kelompok tani agar pembangunan pertanian bisa berjalan dengan baik," tambahnya.

Dia berharap bantuan Saprodi dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani penerima.

"Selain meningkatkan produktivitas pertanian, bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya petani Kota Bima yang semakin mandiri dan sejahtera," harapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima Abdul Najir mengatakan, bantuan Saprodi merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian.

Menurutnya, pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat, baik melalui tanaman pangan, hortikultura, perkebunan maupun peternakan. "Kami terus mendorong peningkatan produksi sejumlah komoditas, seperti padi, jagung, kedelai, tembakau, dan jambu mete," tambah dia. 

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
Petani Wali Kota Bima Kota Bima Saprodi Pemkot Bima